suarakarsa.com – Keberadaan APAR menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan keselamatan dari risiko kebakaran. Namun, masih banyak orang yang hanya berpikir “ah yang penting punya APAR” tanpa memperhatikan ukuran atau kapasitas yang digunakan. Padahal, kapasitas APAR sangat berpengaruh terhadap tahap awal penanganan kebakaran.
Ukuran APAR yang tepat justru mampu mengendalikan api sebelum membesar dan malah menyebabkan kerugian yang lebih serius. APAR yang terlalu kecil mungkin cepat habis sebelum api berhasil dipadamkan, sementara APAR yang terlalu besar belum tentu praktis untuk semua kondisi.
Lantas, bagaimana cara menentukan ukuran APAR yang cocok untuk memadam api? Simak penjelasannya berikut ini!
Mengapa Ukuran APAR Penting?
Kapasitas APAR menentukan seberapa banyak bahan pemadam yang tersimpan di dalam tabung. Semakin besar kapasitasnya, semakin lama APAR dapat digunakan dalam mengendalikan api saat keadaan darurat.
Pemilihan ukuran APAR juga harus disesuaikan dengan tingkat risiko kebakaran di suatu area. Kondisi di rumah tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dibandingkan dengan gudang, pabrik, atau area komersial yang penuh akan aktivitas kompleks.
Area dengan banyak peralatan listrik, bahan mudah terbakar, atau aktivitas produksi umumnya membutuhkan perlindungan yang lebih besar dibandingkan ruang kantor biasa. Itulah kenapa, kapasitas APAR tidak boleh dipilih secara sembarangan. Pertimbangan hal-hal seperti luas area yang dilindungi, jumlah penghuni, serta sumber risiko kebakaran yang ada.
Mengenal Berbagai Ukuran APAR yang Umum Digunakan
Saat ini tersedia berbagai ukuran APAR yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan, yakni:
APAR 1 kg hingga 2 kg
Ukuran ini sering digunakan untuk kendaraan pribadi, ruang kecil, panel listrik, atau area dengan risiko kebakaran yang relatif rendah.
Keunggulannya adalah mudah dibawa, ringan, dan tidak memerlukan banyak ruang penyimpanan. Bisa dibilang, ukuran APAR ini cukup praktis sebagai perlengkapan darurat tambahan.
APAR 3 kg hingga 6 kg
Kapasitas APAR ini termasuk yang paling banyak digunakan untuk rumah tinggal, kantor kecil, ruko, restoran, dan area komersial ringan.
Ukuran APAR 3 kg sampai 6 kg menawarkan keseimbangan antara jumlah media pemadam dan kemudahan penggunaan. Dalam banyak kasus, kapasitas APAR ini sudah cukup untuk menangani kebakaran kecil pada tahap awal sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba.
APAR 9 kg hingga 12 kg
APAR berkapasitas lebih besar biasanya digunakan pada gudang, workshop, ruang produksi, ruang penyimpanan barang, dan area dengan tingkat risiko kebakaran yang lebih tinggi.
Kapasitas yang lebih besar memungkinkan APAR digunakan lebih lama saat proses pemadaman dibandingkan tabung berukuran kecil.
APAR Beroda (Trolley)
Untuk lingkungan industri dan fasilitas berskala besar lebih sering menggunakan APAR trolley yang berkapasitas jauh lebih besar dibandingkan APAR portabel.
Jenis APAR ini banyak ditemukan di pabrik, terminal bahan bakar, hanggar, area penyimpanan bahan kimia, dan lokasi lain yang berpotensi kebakaran besar. Berhubung bobotnya cukup berat, APAR ini dilengkapi roda agar mudah dipindahkan saat dibutuhkan.
Faktor yang Menentukan Ukuran APAR yang Tepat
Sebelum menentukan ukuran APAR, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar perlindungan kebakaran yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan, yakni:
1. Luas Area
Luas area menjadi salah satu pertimbangan utama dalam memilih kapasitas APAR. Untuk ruangan kecil seperti kendaraan, ruang panel, atau area terbatas, APAR berukuran 1–2 kg biasanya sudah cukup sebagai perlindungan awal.
Sementara itu, rumah tinggal, kantor kecil, atau ruko umumnya banyak menggunakan APAR berkapasitas 3–6 kg karena menawarkan keseimbangan antara kapasitas dan kemudahan penggunaan.
Pada area yang lebih luas seperti gudang, workshop, atau fasilitas produksi, APAR berukuran 9–12 kg sering dipilih karena mampu digunakan lebih lama saat proses pemadaman.
Sebagai catatan, pada bangunan besar sebaiknya tempatkan beberapa unit APAR di titik strategis. Jangan hanya mengandalkan APAR ukuran besar tetapi di satu titik saja.
2. Jenis Material yang Berpotensi Terbakar
Jenis material yang terdapat di suatu lokasi juga memengaruhi pemilihan APAR. Area yang didominasi oleh material seperti kertas, kayu, kain, atau plastik memiliki karakteristik risiko yang berbeda dibandingkan area yang menyimpan cairan mudah terbakar, gas, maupun peralatan listrik.
Itulah kenapa, selain mempertimbangkan kapasitas tabung, penting juga memilih media pemadam yang sesuai dengan klasifikasi kebakaran. Misalnya, APAR powder digunakan untuk berbagai jenis risiko umum, sedangkan APAR CO? banyak dipilih untuk area yang memiliki peralatan listrik.
3. Kemudahan Akses Saat Darurat
APAR harus mudah dijangkau dan dapat digunakan dengan cepat saat terjadi keadaan darurat. Meskipun APAR berukuran 9–12 kg memiliki kapasitas yang lebih besar, bobotnya justru lebih berat dibandingkan APAR 3–6 kg.
Untuk lingkungan yang dihuni oleh masyarakat umum atau karyawan non-teknis, APAR berukuran 3–6 kg sering dianggap lebih praktis karena relatif mudah diangkat dan dioperasikan.
Apakah APAR yang Lebih Besar Selalu Lebih Baik?
Banyak orang menganggap APAR berkapasitas besar otomatis memberikan perlindungan terbaik. Padahal, hal tersebut tidak selalu benar.
APAR yang terlalu besar malah dapat menyulitkan pengguna saat mengangkat atau mengoperasikannya. Dalam kondisi panik, tabung yang terlalu berat justru berpotensi memperlambat proses pemadaman.
Sesuaikan ukuran APAR dengan tingkat risiko kebakaran serta kemampuan pengguna dalam mengoperasikan alat pemadam kebakaran tersebut.
Pentingnya Penempatan dan Perawatan APAR
Selain ukuran, efektivitas APAR juga ditentukan oleh penempatan dan perawatannya. APAR harus dipasang di lokasi yang mudah terlihat dan mudah dijangkau saat keadaan darurat.
Pemeriksaan berkala juga penting untuk memastikan tekanan tabung tetap normal, segel masih utuh, dan media pemadam berada dalam kondisi baik. APAR yang tidak dirawat dengan benar berisiko gagal berfungsi ketika dibutuhkan.
Perlu Anda ketahui bahwa tidak ada ukuran APAR yang cocok untuk semua kondisi. Pemilihannya harus mempertimbangkan luas area, tingkat risiko kebakaran, jenis material yang ada, serta kemudahan penggunaan.


Tinggalkan Balasan