Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Di Bone Sulawesi Selatan, Kementan Fasilitasi Pengembangan Cluster Petani Muda

Bone
Pada Selasa (16/05), Program YESS PPIU Sulawesi Selatan menggelar kegiatan District Multi Stakeholder Forum (DMSF) di Hotel Helios, Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. (Sumber: Humas Kementan).

BONE – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) terus mewujudkan regenerasi petani serta melahirkan wirausaha milenial di sektor pertanian. Bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), Kementan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS).

Pada Selasa (16/05), Program YESS PPIU Sulawesi Selatan menggelar kegiatan District Multi Stakeholder Forum (DMSF) di Hotel Helios, Kabupaten Bone. District Multi Stakeholder Forum (DMSF) bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang teknis tata kelola dan aturan yang perlu dipenuhi bagi pelaksana maupun pihak terkait (stakeholder) secara terstruktur dan sistematis guna memaksimalkan kegiatan fasilitasi petani milenial di wilayah binaan.

Hal tersebut sebagai upaya pengejawantahan instruksi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang memerintahkan untuk terus memfasilitasi generasi muda pertanian

“Kementan akan terus memfasilitasi generasi muda agar bisa terjun menjadi petani serta wirausaha pertanian. Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, Alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan,” ujar Mentan Syahrul.

Baca Juga  Menghitung Hari Pelaksanaan Penas XVI di Padang, Mentan Tinjau Kesiapan

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan dua kunci utama dalam pelaksanaan program YESS Kementan.

“Pertama program YESS hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian. Kedua, sasaran dari program YESS yakni pemuda/i harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir,” kata Dedi.

Wakil Bupati Bone H. Ambo Dalle turut membuka kegiatan District Multi Stakeholder Forum (DMSF) Program YESS. Pada kesempatan tersebut Ia mendorong masyarakat, utamanya anak muda atau milenial untuk terjun langsung ke sektor pertanian.

“Program yang paling menjanjikan ke depan adalah pertanian, karena kebutuhan dunia kedepan adalah pertanian, tinggal bagaimana kita memotivasi kaum milenial untuk terjun di dunia pertanian,” kata Wakil Bupati Bone.

“Kami berharap bahwa kegiatan ini mampu menciptakan solusi untuk peningkatan sektor sumber daya pertanian yang lebih handal tangguh dan mumpuni,” tambahnya.

Wakil Bupati Bone juga berterima kasih yang setinggi tingginya atas dukungan dan bantuan dari Polbangtan Gowa Kementan atas terselenggaranya program YESS di daerahnya.

Baca Juga  Dongkrak Produktivitas, Kementan Gencarkan Program-program Andalan

“Kami yakin agar program yess ini bisa bermanfaat kepada pemda Bone dan bermanfaat kepada masyarakat tentunya,” kata Ambo Dalle.

Turut hadir Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar dalam sambutannya Ia menyampaikan bahwa program YESS ke depan untuk di kabupaten Bone lebih konsen pada pengembangan cluster yang tidak berdiri sendiri dalam mengelola pertanian tetapi akan dikelola secara ekosistem yang fokus dengan komoditas unggulan.

Detia juga mengatakan bahwa kegiatan DMSF juga bertujuan untuk mendukung generasi muda melalui program pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan di sektor pertanian.

“Saat ini kita berusaha  membuat generasi muda bisa tertarik dengan mengelola pertanian dengan baik, tentunya harus menerapkan manajemen kewirausahaan, maka dari itu Program YESS hadir,”ucap Detia.

Kemudian, Kepala Bappeda Bone Ade Farid Ashar, menghimbau agar seluruh rencana kerja OPD terkait, betul-betul sinkron dengan upaya menekan pengangguran serta capaian membuka lapangan kerja yang baru.

Baca Juga  Gelar Ngobras On The Spot, Kementan Kenalkan Pertanian Terpadu Tanpa Sampah

“Peserta yang hadir dari Pemerintah Daerah Bone yakni, Camat, OPD terkait, perbankan, juga dari dunia usaha Kadin, HIPMI, Perumda Bone, fasilitator muda dan petani milenial dengan menggunakan DIPA Polbangtan Gowa”.

“Ada dua young ambassador penerima dana hibah hadir ditengah kita yakni Sulfa dengan jahe coklatnya dan A. Aswan pengusaha tanaman hias yang telah berhasil membuka lapangan kerja di Bone”.

“Banyak NGO yang masuk di Bone karena kami di Bone mempunyai komitmen yang kuat untuk mensukseskan program dari pihak ketiga termasuk program yess didalamnya” Jelas Ade Fariq Ashar.