Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Di GBK, Megawati Sentil KPU, Bawaslu, TNI dan Polri

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan kritik terhadap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Sebelumnya, Megawati menyinggung orang-orang yang diintimidasi agar memilih paslon tertentu.

Kemudian, ia mengingatkan adanya kecurangan dalam pemilu. Megawati lantas menanyakan di mana keberadaan Bawaslu yang menjadi pengawas dalam pemilu.

Hal itu disampaikan oleh Megawati dalam acara ‘Hajatan Rakyat, Konser Salam M3tal, 03 Menang Total,’ yang di gelar Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (3/2).

Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, salah satu tugas Bawaslu yaitu melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu; dan sengketa proses pemilu.

Megawati menyinggung dugaan intimidasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian maupun TNI terhadap para pendukung Ganjar-Mahfud. Menurutnya, hal itu dilakukan lantaran ada pihak yang merasa takut akan kalah dalam Pilpres 2024.

Baca Juga  Megawati Heran Dikatakan Tak Islami, Ada Apa?

Kendati demikian, Ia tidak menyebut siapa pihak yang takut kalah tersebut.

“Kenapa sih kalian dibegitukan (diintimidasi)? Karena mereka takut kalah dan iya mereka pasti kalah oleh kita di dalam satu putaran,” ujar mega.

Megawati pun meminta seluruh aparat menghentikan tindakan intimidasi kepada kader PDIP maupun para pendukung Ganjar-Mahfud.

Dia mengatakan setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum tanpa terkecuali.

“Ingat, hei polisi! Jangan lagi intimidasi rakyatku! Hei tentara, jangan lagi intimidasi rakyatku! PDI Perjuangan adalah partai sah di republik ini artinya diizinkan untuk mengikuti yang namanya pemilu,” jelas dia.

“(Konstitusi) yang dibuat oleh para pendiri dan pejuang kita, dikatakan bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama, sama, sama, di mana? Di mata hukum,” imbuhnya.

Baca Juga  Soal Peluang Budiman Gabung Gerindra, Hanya Waktu yang Bicara

Kasus pelanggaran pemilu sepanjang rangkaian Pemilu 2024 beberapa kali terjadi. Bahkan ada juga pelanggaran pemilu yang melibatkan peserta Pilpres 2024.

Dalam kampanye akbar bertajuk “Konser Salam Metal” ini, lautan massa pendukung Ganjar-Mahfud memadati area Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.(SW)