Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Formasi CPNS dan PPPK Tahun 2023, Ini Jumlah Lowongan, Jadwal Seleksi dan Fokus Penerimaan

Link Pendaftaran CPNS 2023
Link Pendaftaran CPNS 2023 (Foto:https://sscasn.bkn.go.id/)

Formasi CPNS dan PPPK tahun 2023. Pemerintah Indonesia berencana untuk membuka lowongan dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2023.

Rencana seleksi ini melibatkan sejumlah besar formasi dengan total 572.496 kesempatan bagi mereka yang ingin menjadi aparatur sipil negara (ASN) melalui CPNS 2023 atau CASN 2023.

Formasi-formasi ini diperuntukkan bagi instansi pemerintah pusat serta pemerintah daerah, dan akan dibagi antara PPPK dan CPNS 2023.

Rincian alokasi formasi tersebut adalah sebanyak 78.862 ASN untuk instansi pemerintah pusat dan 493.634 ASN untuk instansi pemerintah daerah.

Dalam alokasi CPNS 2023, sekitar 28.903 formasi diperuntukkan bagi CPNS, sementara 49.959 formasi diperuntukkan bagi PPPK.

Penting untuk dicatat bahwa alokasi PPPK 2023 di pemerintah daerah memiliki sejumlah khusus. Terdapat 296.084 formasi PPPK Guru, 154.724 formasi PPPK Tenaga Kesehatan, dan 42.826 formasi PPPK Teknis.

Baca Juga  Siap-siap Mudik Gratis 2023! Simak Kuota dan Cara Daftar Program dari Kemenhub

Proses seleksi untuk tahun ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan September 2023.

Pemerintah telah menetapkan fokus dalam seleksi CPNS dan PPPK 2023, dengan pemberian prioritas pada bidang pelayanan dasar, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas, hampir 80 persen dari total formasi yang tersedia akan diperuntukkan bagi guru dan tenaga kesehatan.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan di bidang-bidang yang sangat penting bagi masyarakat.

Selain itu, ada tiga arah kebijakan yang diambil dalam proses rekrutmen ini. Pertama, memberikan kesempatan rekrutmen bagi talenta digital dan ilmuwan data, sebagai upaya untuk mendukung transformasi digital di berbagai sektor.

Kedua, mengurangi rekrutmen pada formasi yang akan terdampak oleh perubahan transformasi digital.

Ketiga, rekrutmen ASN diarahkan untuk membantu penataan tenaga non-ASN, atau yang lebih dikenal sebagai tenaga honorer.

Baca Juga  5 Rekomendasi HP Gaming Murah dengan Performa Terbaik di Kisaran Harga 2 Jutaan

Menurut Anas, rekrutmen ASN ini juga dimaksudkan sebagai upaya pemerintah untuk memberikan pengakuan kepada tenaga honorer yang telah lama berkontribusi.

Saat ini, terdapat sekitar 2,3 juta tenaga non-ASN yang sedang dalam proses audit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Seleksi CPNS 2023 dan PPPK 2023 ini telah mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.

Pemerintah menegaskan bahwa proses seleksi akan dilakukan dengan transparansi dan keadilan, dengan harapan agar ASN yang direkrut nantinya mampu memberikan kinerja yang berdampak positif bagi masyarakat, sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo.

Rapat Koordinasi Persiapan Pengadaan ASN 2023 yang diadakan di Jakarta juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono.

Dengan alokasi formasi yang besar dan fokus pada pelayanan dasar serta transformasi digital, seleksi CPNS dan PPPK tahun 2023 diharapkan akan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas layanan publik di Indonesia.

Baca Juga  TV Analog Mati, Migrasi Ke TV Digital Tak Semua Masyarakat Siap

Proses seleksi yang transparan dan adil diharapkan akan memastikan bahwa calon aparatur sipil negara yang terpilih nantinya akan mampu mengemban tugas-tugas mereka dengan baik, sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Semua langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk terus meningkatkan efisiensi dan efektivitas birokrasi demi kemajuan bangsa.***