Ini relevan untuk proyek yang butuh konsistensi merek dan standarisasi fisik antar rack. Tim yang pernah bekerja dengan brand rack impor sering menemukan masalah kompatibilitas aksesoris di lapangan.
Dengan Haganerack, semua aksesoris dirancang dalam satu ekosistem yang sudah diuji kompatibilitasnya. Gitu lho bedanya.
Poryek-proyek yang menggunakan Rak 42U Haganerack
Haganerack bukan brand yang baru terjun ke dunia data center. Rekam jejak mereka bisa dilihat langsung dari daftar proyek yang sudah diselesaikan, mulai dari fasilitas pemerintah pusat hingga data center komersial berskala enterprise.
Berikut proyek yang terdokumentasim resmi:
- DCI Indonesia – Instalasi rak server dan data center containment di salah satu colocation terbesar di Asia Tenggara.
- Indosat Jatiluhur – Pemasangan sistem data center containment untuk fasilitas backbone telekomunikasi nasional.
- BDx Data Center – Cold aisle containment untuk data center enterprise BDx, proyek multi-rack skala besar.
- Bank IBK – Instalasi rak server di lebih dari 10 lokasi cabang sekaligus, proyek rollout multi-site yang membutuhkan standarisasi fisik ketat.
- ISC Tower Lt.1 dan Lt.4 – Instalasi cold aisle containment dan rack server heavy duty di fasilitas data center Tier IV, standar tertinggi dalam industri.
- LPSK Cijantung, Jakarta Timur – Sistem cold aisle containment untuk data center milik Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.
- Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan RI – Instalasi cold aisle containment untuk infrastruktur IT lembaga pemerintah pusat.
- Pemkab Tangerang – Instalasi rak server dan data center aisle containment untuk pemerintah daerah.
- Kensington Tower Kelapa Gading – Instalasi rak server 45U HR4512HD untuk lingkungan gedung perkantoran premium.
- SPBU Vivo (multi-lokasi) – Pemasangan close rack server 22U HR226P 600mm di jaringan SPBU, proyek rollout infrastruktur IT retail.
Variasi proyeknya patut dicermati. Dari BUMN telekomunikasi seperti Indosat, colocation komersial seperti DCI dan BDx, lembaga pemerintah pusat seperti DJP dan LPSK, hingga jaringan ritel seperti SPBU Vivo. Ini bukan portofolio satu segmen, ini lintas vertikal.


Tinggalkan Balasan