40% sampah non organik 5% sampah kaleng, 15% botol minuman mineral dan 20% plastik diproses, dengan mesin pencacah.

“Ada yang dipadatkan dan menjadi sumber energi ada juga yang didaur ulang sehingga dapat dimanfaatkan. Apa yang dilakukan P4S ini sangat bermanfaat karena selain menghasilkan juga ramah lingkungan,” ujar Dedi lagi.

“Saya berharap apa yang dilakukan P4S Sarongge ini dapat menjadi contoh dan ditiru oleh P4S lain dan proses pemanfaatan sampah terus berjalan,” imbuhnya.

P4S Sarongge sendiri bergerak dalam ketahanan pangan khususnya dalam produksi pupuk organik yang berasal dari limbah/sampah rumah tangga warga desa sekitar.

Selain pengolahan sampah, P4S Sarongge mengelola lokasi Agrowisata seluas 5 HA dengan komoditas tanaman pangan, hortikultura dan peternakan.

Hal ini dijelaskan Nunung Nurhadi, Pembina P4S Sarongge, Desa Ciawigajah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cirebon.