Penentuan yang dilakukan ini diketahui berdasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini akan menitikberatkan pada posisi geometris benda-benda langit seperti Bumi, Matahari dan Bulan.

Metode ini berbeda dengan metode ru’yah atau pengamatan langsung hilal. Sebagaimana penuturan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H Syamsul Anwar MA yang menjelaskan bahwa penentuan awal bulan Qamariah versi Muhammadiyah tidak berdasarkan penampakan.

Sedangkan, untuk negara-negara Islam di seluruh dunia ini nantinya akan melakukan pengamatan bulan sabit Syawal tepatnya pada Kamis, 20 April 2023.

Pengamatan ini dilakukan untuk menentukan apakah hilal sudah terlihat atau belum. Jika sudah terlihat, maka besoknya akan menjadi awal bulan Syawal dan hari raya Idul Fitri.

Di Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag) diketahui akan menggelar sidang isbat sebagai penentuan Hari Raya Idul Fitri 2023 ini pada Kamis, 20 April 2023 atau bertepatan dengan 29 Ramadhan 1444 H.