Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Kasus Monkeypox atau Cacar Monyet Bertambah, Pemprov DKI Jakarta Respon Cepat dengan Bentuk Tim Tracing

Adanya peningkatan kasus Monkeypox, pemprov DKI membentuk tim tracing untuk melacak kontak-kontak yang mungkin terpapar virus ini.
Adanya peningkatan kasus Monkeypox, pemprov DKI membentuk tim tracing untuk melacak kontak-kontak yang mungkin terpapar virus ini. (Canva by Samuel Francis)

Pada Senin (23/10/2023), Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, mengambil langkah tegas dalam menangani lonjakan kasus Monkeypox atau yang dikenal sebagai cacar monyet di ibu kota.

Dalam instruksinya kepada Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Ani Ruspitawati, Heru memerintahkan pembentukan tim tracing untuk melacak kontak-kontak yang mungkin terpapar virus ini.

Keputusan ini diambil karena jumlah kasus positif cacar monyet di Jakarta terus meningkat.

“Saya tugaskan Bu Dinkes (Dinas Kesehatan) bikin tim tracing. Ketemu (kasus baru) salah satunya karena tracing,” ungkap Heru Budi di DPRD DKI Jakarta.

Heru Budi juga menjelaskan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi yang intensif dengan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, untuk terus mengikuti perkembangan kasus Monkeypox di Jakarta. Ini termasuk pemahaman mendalam terkait rincian penelusuran kontak yang telah dilakukan.

Baca Juga  AKBP Achiruddin Sempat Bentak Wartawan Saat Rekontruksi

Dinas Kesehatan DKI Jakarta sebelumnya melaporkan adanya 8 kasus positif Monkeypox dan sembilan orang dengan status suspek pada tanggal 23 Oktober 2023.

Ngabila Salama, Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, menyatakan bahwa tujuh pasien positif telah diisolasi di rumah sakit, sementara satu orang telah dinyatakan sembuh.

Kasus positif Monkeypox pertama kali terdeteksi pada Agustus 2022, dengan penemuan kasus-kasus berikutnya pada tanggal 13, 19, dan 21 Oktober 2023.

Untuk menanggulangi penyebaran lebih lanjut, Dinkes DKI Jakarta telah melakukan pemeriksaan laboratorium PCR terhadap sembilan orang yang menjadi suspek.

Selain itu, upaya antisipasi penyebaran virus ini juga melibatkan vaksinasi bagi 500 orang kelompok berisiko di Jakarta selama seminggu ke depan.

Baca Juga  GB WhatsApp: Aplikasi yang Terlihat Menarik Namun Berisiko Bagi Keamananmu!

Langkah-langkah respons cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi situasi kesehatan yang mendesak, serta upaya maksimal untuk melindungi warganya dari penyebaran Monkeypox.

Tim tracing diharapkan dapat membantu mengidentifikasi dan mengisolasi kasus lebih lanjut, sambil upaya vaksinasi dan pemeriksaan terus dilakukan untuk memutus mata rantai penularan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyiapkan vaksin untuk cacar monyet atau Mpox yang akan diberikan kepada kelompok rentan. Distribusi vaksin ini telah dilakukan kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Dr. Achmad Farchanny Tri Adryanto, MKM, Direktur Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes RI, mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan DKI Jakarta kini telah menerima sebanyak 1.000 dosis vaksin cacar monyet.

Baca Juga  Waspadai Ancaman Ransomware! Mengenal Teknik Serangan dan Cara Melindungi Data Anda dari Gangguan Cybercrime

Vaksin tersebut akan diberikan kepada 500 orang dalam kelompok berisiko, dan setiap individu akan mendapatkan dua dosis vaksin sebagai langkah pencegahan yang efektif.

Langkah ini diambil sebagai upaya proaktif untuk mengatasi potensi penyebaran virus cacar monyet di masyarakat dan melindungi kelompok yang rentan.***