Kementan Dorong Peran Pemerintah Daerah Dukung Program Regenerasi Petani Milenial di Bone

Regenerasi Petani
Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti dalam audiensi kepada Wakil Bupati Bone di Hotel Helios, pada Jumat malam (14/04). (Sumber: Humas Kementan)

BONE – Kementerian Pertanian terus berupaya mengembangkan kewiraushaan dan ketenagakerjaan generasi milenial yang tangguh dan berkualitas, salah satu nya melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS).

Program yang diciptakan untuk menjadi model pengembangan kewirausahaan dan ketenagakerjaan generasi muda di sektor pertanian di negara-negara anggota International Fund for Agricultural Development disingkat IFAD), termasuk Indonesia.

Program difokuskan di kalangan anak muda yang adaptif terhadap teknologi sebagai upaya regenerasi petani di Indonesia.

Sesuai amanat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengharapkan bahwa inovasi teknologi revolusi industri 4.0 dan society 5.0 program YESS diupayakan menarik minat generasi muda menumbuh kembangkan sektor pertanian.

“Sumber Daya manusia (SDM) memegang peran sangat penting dalam pembangunan pertanian. Untuk itu Kementan menargetkan 2,5 juta petani milenial untuk mengisi serta mengembangkan sektor pertanian,” tegas Mentan Syahrul.

Baca Juga  Jaring Minat Bertani Generasi Muda Bone, Kementan Gelar Open Day

Sementara itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan

“Program YESS ini mampu menciptakan kesempatan bagi kaum muda pedesaan untuk menjadi pengusaha tani. Dengan demikian maka akan mendukung program penumbuhan 2,5 juta petani milenial yang dicanangkan ya Kementerian Pertanian”, ujar Dedi.

YESS Programme Kementan dirancang untuk menghasilkan wirausahawan muda pedesaan serta menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidang pertanian. Saat ini kegiatan Program dilaksanakan di empat provinsi yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan.

Di Sulawesi Selatan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa ditetapkan sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Sulawesi Selatan. Salah satu kabupaten yang menjadi wilayah PPIU Sulsel adalah Kabupaten Bone yang juga meraih penghargaan Distrik Implementation Team (DIT) terbaik program YESS, Tahun 2022.

Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi program YESS Kementan, Kepala Pusat Pendidikan Idha Widi Arsanti berkesempatan melakukan audiensi bersama Pemerintah Kabupaten Bone.

Baca Juga  PENAS Petani Nelayan XVI Jaya dan Sukses, KTNA dan HKTI Ucapkan Terima Kasih ke Mentan SYL

Dalam audiensi yang diselenggarakan di Hotel Helios tersebut, Ambo Dalle selaku Wakil Bupati Bone menyampaikan terima kasih dan penghargaannya terhadap Program Yess karena telah berhasil menciptakan regenerasi petani milenial secara massif.

Turut hadir Andi Asman S selaku Kepala Dinas Pertanian Bone, Dr. Ade Fariq selaku Kepala Bappeda Bone, dan Tim YESD PPIU Sulawesi Selatan, pada Jumat malam (14/04).

Hadirnya petani milenial membawa “angin segar” bagi sektor pertanian di Kab. Bone. Peningkatan produksi produk pertanian dinilai membutuhkan inovasi dalam mengimbangi penyerapan produk tersebut.

“Saya berharap pemerintah Kabupaten Bone dapat membuat regulasi untuk masyarakat terkait penyerapan produk para petani milenial” ujar Kepala Pusat Pendidikan Idha Widi Arsanti  selaku Direktur Program YESS.

Santi menilai hadirnya regulasi tersebut dapat memotivasi para petani milenial untuk lebih produktif dan secara langsung mampu meningkatkan skala usaha mereka.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Pangan, Kabupaten Tapin Optimalkan Lahan Rawa Budidaya Cabai Hiyung

“Selain itu, regulasi ini juga pasti akan memberikan kontribusi dalam mempercepat dan meningkatkan perputaran perekonomian di Kab. Bone” tambah Santi.

Ambo Dalle menyambut baik saran yang disampaikan oleh Idha Widi Arsanti terkait penerapan regulasi tersebut.

“Harapan saya Program YESS ini akan terus berlanjut, melihat dampak dari program ini begitu luar biasa tidak hanya di sektor pertanian maupun sektor lainnya” tandas Ambo Dalle.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *