Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

KPU Dalami Surat Suara yang Tercoblos di Malaysia

JAKARTA – Belakangan ini tengah geger surat suara Pilpres 2024 sudah tercoblos di Malaysia. KPU menyelidiki dugaan kecurangan ini dan mengungkap hal baru. KPU juga menyebut jika terdapat 1.972 surat suara yang dicoblos orang tak berwenang. Informasi tersebut diperoleh dari PPLN Kuala Lumpur.

“Saat ini informasi yang kami peroleh dari PPLN Kuala Lumpur, pengawas Pemilu luar negeri Kuala Lumpur sedang mendalami informasi tersebut,” kata anggota KPU Idham Kholik, saat dihubungi, Jumat (9/2/2024).

“Informasinya ada 1.972 surat suara yang dicoblos oleh orang yang tidak berwenang,” kata Idham.

KPU kini masih mendalami lebih lanjut soal hal ini. Idham menyebut KPU terus menunggu informasi dari Panwaslu LN Kuala Lumpur.

Baca Juga  Pendaftaran UTBK SNBT 2023 Ditutup Hari Ini, Inilah yang Harus Diperhatikan dan Tips Sukses Menghadapinya

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut hasil pendalaman atau penelaahan Panwaslu LN Kuala Lumpur,” ujarnya.

Dikutip dari media Kabarfaktual.com, Cawapres nomor urut 3 Mahfud Md, berkomentar soal surat suara yang tercoblos di Malaysia. Dia menyebut seakan-akan pihaknya atau pasangan Ganjar-Mahfud menjadi korban dalam kasus tersebut.

Mulanya, Mahfud menanggapi putusan DKPP terkait pelanggaran kode etik terhadap Ketua KPU Hasyim Asy’ari dkk. Mahfud menuturkan Bawaslu harus mengawasi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.

“Iya supaya Bawaslu mengawasi betul dan mengungkap pelanggaran-pelanggaran yang selama ini terjadi,” kata Mahfud, di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (8/2/2024).

Mahfud kemudian menyinggung dugaan kecurangan surat suara di Tempat Pemungutan Surat Suara Luar Negeri (TPSLN) di Malaysia yang sudah tercoblos gambar dirinya dan Ganjar. Menurutnya, hal itu bisa saja dilakukan oleh pihak lain.

Baca Juga  KPU Dinilai Tak Transparan Verifikasi Faktual Parpol

“Seperti yang terjadi di Malaysia itu kan seakan-akan kami dikorbankan, padahal itu bisa saja operasi dari pihak lain nyuruh 3 orang nyoblos gitu lalu diumumkan ini pencoblosan yang melanggar aturan,” ungkap Mahfud.

Mahfud pun meminta KPU untuk segera menyelidiki kondisi tersebut. Selain itu, dia berharap KPU dapat mengumumkan kondisi yang terjadi di Malaysia.

“Oleh sebab itu saya meminta KPU agar segera menyelidiki dan mengumumkan apa yang sebenernya terjadi di Malaysia,” tuturnya.(Red)