Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Lama Disebut di Posisi 3, Kini Litbang Kompas Rilis Survey Anies Posisi 2

JAKARTA – Survei Litbang Kompas menyebut capres-cawapres nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mendapat elektabilitas 16,7% atau berada di posisi kedua dari tiga paslon. Anies mengatakan dirinya amat lama disebut nomor tiga.

“Enam bulan yang lalu saya ditanya kenapa nomor 3, empat bulan yang lalu saya ditanya juga kenapa nomor 3, tiga bulan lalu saya juga ditanya kenapa nomor 3, dua bulan lalu juga ditanya kenapa nomor 3. Saya sampaikan sama teman-teman bahwa dalam perjalanan ini masih panjang kami sudah berpengalaman amat lama berada untuk disebut nomor tiga,” ujar Anies usai menjadi pembicara dalam Dialog Pengusaha dengan Calon Presiden RI di Jakarta Selatan, Senin (11/12/2023).

Baca Juga  Anies Terperangkap Sejumlah Perjanjian

Anies menyebut semakin banyak warga yang menyadari membutuhkan perubahan. Dia mengklaim cuma pasangan nomor satu yang menawarkan perubahan.

“Kami yakin makin hari makin banyak warga yang menyadari bahwa memang kita sekarang membutuhkan perubahan dan bila membutuhkan perubahan maka satu satunya ya nomor satu yang menawarkan perubahan,” kata Anies.

Menurutnya, perubahan posisi pada survei elektabilitas terjadi karena masyarakat semakin mencari informasi. Dia meyakini masyarakat juga terus membandingkan gagasan yang dibawa para paslon.

“Kami yakin bahwa makin hari bahwa pemilih di Indonesia makin mencari informasi, makin memperhatikan, makin membandingkan, gagasan yang dibawa adalah gagasan perubahan,” jelas Anies.

Dia menyebut gagasan perubahan yang diusung dirinya menginginkan adanya kepastian hukum. Dia mengatakan penguasa diatur oleh hukum, bukan sebaliknya.

Baca Juga  Meski Telah Ditetapkan Tersangka, 17 DPC Se-Sultra Tetap Solid Dukung Andi Ady Aksar Sebagai Ketua DPD

“Kita ingin negeri kita ini memiliki kepastian hukum untuk semua perubahan, jangan sampai negeri ini menjadi negara kekuasaan. Di mana hukum diatur oleh penguasa, tapi kita ingin menjadi negara hukum di mana penguasa diatur oleh hukum dan itu adalah gagasan perubahan,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sebelumnya, Litbang Kompas merilis survei terbaru terkait elektabilitas capres-cawapres yang akan bertarung pada Pemilu 2024. Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berada pada posisi teratas dengan elektabilitas 39,3%.

Survei dilakukan Litbang Kompas pada 29 November hingga 4 Desember 2023 terhadap 1.364 responden yang dipilih secara acak. Metode penelitian yaitu dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Baca Juga  Demokrat Warning Anies Segera Tentukan Cawapres

Sementara tingkat kepercayaan 95% dan margin of error penelitian +-2,65%.

Prabowo-Gibran mendapatkan 39,3% suara, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) 16,7% dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md 15,3%. Sedangkan 28,7% belum menentukan pilihannya.(SW)