Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Libatkan Petani Millenial Kementan Kembangkan Klaster Kakao di Sulsel

BONE – Kementerian Pertanian melalui Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) mendorong pengembangan klaster Kakao di Sulawesi Selatan khususnya di Kabupaten Bone dengan melibatkan peran para petani milenial.

Program YESS merupakan program kerjasama Kementan dengan International Fund For Agricultural Development (IFAD) yang memfasilitasi para petani millenial dalam mengembangkan kluster kakao, dari segi pendampingan, pelatihan maupun pembiayaan wirausaha.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan bahwa tugas pokok dan fungsi program YESS sangat visioner dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian, pendampingan dan pelatihan yang ditujukan mengarah ke Smart Farming, Literasi keuangan, dan manajemen agribisnis tentu akan sangat bermanfaat untuk regenerasi pertanian.

Dedi berharap penumbuhan petani muda di Indonesia dapat memastikan proses ketersediaan pangan tercukupi secara merata, Dedi menekankan kepada para petani milenial agar tidak perlu khawatir untuk memulai.

Baca Juga  BPP Kostratani Ayah Siapkan Petani Jadi Agen Climate Smart Agriculture

“Selalu ada resiko gagal (dalam berwirausaha), namun semua dapat diantisipasi itulah peran pendampingan dan pengawalan dari kita, agar program dapat berjalan dengan baik,” sebut Dedi.

Terpisah, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Idha Widi Arsanti menyampaikan, Program YESS hadir untuk mengembangkan klaster komoditas untuk dapat mendorong petani milenial, anak-anak muda lebih maju lagi kedepan.

“Kita berharap Sulawesi Selatan akan menjadi sentra kakao, dan kedepannya kita ingin usaha ini menjadi lebih luas dan lebih besar lagi usaha yang dibangun karena semakin besar usaha maka akan semakin banyak petani milenial yang tertarik untuk budidaya kakao,” kata Santu.

Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar mengungkapkan bahwa ada dua focus tujuan kedepan yang akan dilaksanakan, yang pertama mengidentifikasi rantai bisnis kakao yang ada di wilayah Kabupaten Bone dan selanjutnya dari hasil identifikasi tersebut dapat melihat peluang usaha yang dapat dilaksanakan mulai dari Pembibitan, pengolahan, hingga pemasaran.

Baca Juga  Presiden Jokowi Buka Muktamar Muhammdiyah di Solo

“Adapun input dari kegiatan ini yaitu Identifikasi petani petani Kakao yang ada di wilayah Kabupaten Bone yang selanjutnya akan dibantu dalam permodalan,” kata Detia.

Saat ini, Dua petani milenial di Bone masing-masing Sudirman (Kecamatan Bengo) dan Rustam (Kecamatan Lamuru) mendapat kucuran bantuan dari program YESS.

Pemerintah Kabupaten Bone mendukung penuh pengembangan klaster kakao ini.

Kadis Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone Andi Asman menegaskan, pihaknya komitmen mendukung penuh program mantan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengembalikan kejayaan kakao di Sulsel khususnya Bone.

“Komoditas kakao pernah jaya-jayanya di Bone, kita berharap itu bisa dikembalikan,” ujarnya.

Kabupaten lain di Sulawesi Selatan yang juga mendapatkan bantuan pengembangan klaster kakao yakni Smart Cocoa Bantaeng yang diketuai oleh Jabal dan Cluster Kakao Sejahtera yang diketuai oleh Sudirman masing-masing berlokasi di Kabupaten Bantaeng.