Jakarta – Penggunaan Biosaka dalam praktek budidaya tanaman harus selalu didasarkan pada status hara tanah dan kebutuhan minimal tumbuhan akan unsur hara. Tentunya, pemberian Biosaka tidak bisa berdiri sendiri, harus diimbangi pemberian pupuk organik dan/atau anorganik, agar keberlanjutan ketersediaan hara di dalam tanah selalu terjaga.

Rekomendasi tersebut dikemukakan Dr Ir Arief Hartono MSc Agr, salah satu dari 10 anggota Tim Kajian Biosaka Institut Pertanian Bogor [IPB] yang diketuai oleh Prof Dr Ir Budi Mulyanto MSc setelah melakukan kajian lapangan pada tiga kabupaten meliputi Karawang, Klaten dan Blitar pada medio Februari dan awal Maret 2023.

“Biosaka merupakan cairan ekstrak tumbuhan yang mengandung fitohormon dalam kadar rendah dan metabolit sekunder yang bervariasi bergantung jenis tumbuhan yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Biosaka, karena itu, Biosaka lebih tepat disebut sebagai pemacu pertumbuhan tanaman.” kata Dr Ir Arief Hartono MSc Agr.