Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Opini : Ganjar Pranowo dan Daya Tarik Indonesia 

Oleh Nizar Fachry Adam, SE., ME.

KENDARI – Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan sebuah provinsi yang kaya dengan sumber daya alam melalui nikel, emas dan aspal hingga uranium di Sultra-lah tempatnya.

Pengembangan hirilasi bukan hanya wacana hari ini, namun di buktikan oleh Presiden RI Dr.Ir H Joko Widodo. Beberapa regulasi omnisbuslaw dan percepatan investasi telah di sahkan, serta daya dukung sektor moneter terus dorong untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia.

Dari 33 provinsi, sosok Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah (Jateng), yang melakukan sejumlah akselerasi megenai hirilisasi industri yakni komitmen pengunaan aspal buton.

Melalui dukungan terkait aspal buton hingga terbit surat edaran Gubernur Jateng Nomor:000/4443 tanggal 28 September 2022, tentang penggunaan aspal buton dalam rangka Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) di Jateng.

Baca Juga  Beda PD, PKS dan Nasdem Soal Cawapres Anies

Tidak hanya sampai disitu, komitmen Ganjar Pranowo terkait green ekonomi yakni dengan mendorong surat edaran mengenai penggunaan pupuk organik pada petani jawa tengah. Menghindari pengunaan pupuk non organik agar tetap menjaga kesuburan tanah.

Konsep sustainable development, dalam mewujudkan green ekonomi, dinilai mampu untuk mewujudkan ketahanan ekonomi, budaya dan industri ditengah pesatnya penggaruh globalisasi multi efek. Artinya konsep bertahan dan tumbuh ditengah perang dagang (ekonomi) telah dibuktikan oleh konsep Ganjar Pranowo hari ini.

Terus menjaga UMKM kita dengan tetap bertahan pada pengunaan produk dalam negeri sembari menjaga eksisting sumber energi kita. Tujuannya adalah perang dagang ini memperkuat daya tahan ekonomi nasional kita.(red)