Pemilih Jokowi yang Tak Puas Cenderung Pilih Prabowo di 2024

JAKARTA – Hasil survei Charta Politika periode 2-7 Mei 2023 menunjukkan pemilih Jokowi di 2019 yang tak puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi cenderung pilih Prabowo di Pilpres 2024.

Meski begitu, kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencapai 79,1 persen. Angka ini berada di titik tertinggi jika dibandingkan dengan hasil-hasil survei sebelumnya, yaitu sebesar 74 persen pada Februari 2023.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, pemilih atau responden yang tidak puas atas kinerja Jokowi cenderung mendukung Prabowo Subianto.

“Pemilih Prabowo masih ditopang oleh basis pemilih 2019 yang cenderung anti-Pemerintahan Jokowi,” kata dia dalam rilis survei ini di Jakarta, Senin, 15 Mei 2023.

Sementara itu, dari keseluruhan pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin pada Pemilu 2019, sebanyak 61 persen memilih Ganjar Pranowo dan hanya 18 persen menyatakan memilih Prabowo Subianto, serta 14 persen ke Anies Baswedan.

Baca Juga  Pro Anies Minta Jokowi Netral

Dalam survei tersebut disebutkan tidak ada kebingungan di antara pemilih Jokowi-Ma’ruf seperti yang disampaikan Jokowi dalam acara Musyawarah Rakyat atau Musra pada Ahad lalu.

“Ternyata tidak ada kebingungan seperti yang coba ditafsirkan dalam musra kemarin, mayoritas relawan Jokowi mendukung Ganjar Pranowo,” jelasnya.

Yunarto menjelaskan pada pengujian simulasi 3 nama, elektabilitas Ganjar Pranowo mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan pada periode April 2023 atau saat ramai isu Timnas Israel. Sedangkan Prabowo Subianto dan Anies Baswedan relatif mengalami penurunan.

Dalam survei yang digelar pada 2-7 Mei 2023 itu, nama Ganjar memiliki elektabilitas 38,2 persen, Prabowo 31,1 persen, dan Anies 23,6 persen.

“Dari ketiga nama tersebut, terlihat adanya peningkatan elektabilitas pada nama Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Sementara Anies Baswedan terlihat mengalami kecenderungan menurun sebagaimana terlihat pada tren yang disajikan,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya dalam keterangannya, Senin, 15 Mei 2023.

Baca Juga  Mahfud Md Mundur, JK Sentil Prabowo yang Juga Menteri

Survei tersebut dilaksanakan pada 2-7 Mei 2023 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.220 responden yang berusia minimal 17 tahun atau sudah memenuhi syarat sebagai pemilih dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Penentuan sampel dilakukan metode acak bertingkat (“multistage random sampling”) dengan toleransi kesalahan (“margin of error”) survei itu sekitar 2,82 persen.

Hal berbeda justru datang dari Lembaga survei Indo Strategi yang merilis survei terkait peta dukungan Capres menjelang Pemilu 2024. Dalam survei tersebut, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati posisi teratas jika dibandingkan dengan dua paslon lainnya yakni Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Survei dirilis Indo Strategi, Rabu (17/5/2023), melalui siaran online. Survei ini dilakukan dengan menggunakan teknik sampling multistage random sampling dengan jumlah sample 1.230 responden. Margin of Error -/+ 2,83% dengan Level of Confidence 95%.

Responden yakni penduduk yang berusia +/= 17 tahun atau yang telah memiliki KTP. Tersebar secara proporsional di 34 Provinsi di Indonesia.

Baca Juga  "Bebek Lumpuh" Sentilan Buat Jokowi dan Relawan Kaca Mata Kuda

Teknik Pengumpulan data melalui wawancara tatap muka dengan bantuan kuesioner, kontrol kualitas spot check 10% dari sampel. Waktu pengumpulan data survei yakni 1 hingga 10 Mei 2023.

Awalnya, responden diberikan pertanyaan ‘Jika pemilihan Presiden dilaksanakan hari ini siapakah dari calon berikut yang Anda pilih menjadi Presiden?’. Nama yang paling banyak disebut responden adalah nama yang sudah beredar seperti Prabowo, Ganjar, dan Anies.(SW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *