suarakarsa.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa melaksanakan Audit Surveillance Integrasi Sistem Manajemen ISO 9001:2015, ISO 21001:2018, dan ISO 37001:2016 pada 29–30 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus I Gowa dan Kampus II Bone ini menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi penerapan standar internasional dalam sistem manajemen mutu, organisasi pendidikan, dan sistem manajemen anti penyuapan.

Pelaksanaan audit surveillance merupakan agenda rutin untuk memastikan bahwa sistem manajemen yang telah diterapkan berjalan secara efektif, konsisten, dan terus mengalami perbaikan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, Polbangtan Gowa menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi pertanian yang berkualitas, akuntabel, dan berintegritas.

Polbangtan Kementan Jalani Audit Surveillance Integrasi ISO. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa audit surveillance merupakan instrumen penting untuk memastikan sistem manajemen berjalan secara konsisten dan berkelanjutan guna mendukung peningkatan kualitas layanan publik.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa surveillance audit bukan sekadar proses evaluasi, tetapi juga sarana untuk mengidentifikasi peluang perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berorientasi pada kualitas pelayanan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa pelaksanaan audit menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga standar mutu organisasi, meningkatkan akuntabilitas kinerja, serta memastikan seluruh proses pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian dilaksanakan sesuai standar internasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, mengatakan bahwa audit surveillance menjadi momentum penting bagi seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat budaya mutu dan integritas organisasi.

“Kami memandang audit bukan sekadar kegiatan penilaian, tetapi juga kesempatan memperoleh masukan konstruktif guna meningkatkan tata kelola organisasi, memperkuat budaya mutu, menjaga integritas melalui penerapan sistem anti penyuapan, serta memastikan layanan pendidikan yang diberikan selalu memenuhi harapan pemangku kepentingan,” ujar Sartika.

Ketua Panitia, Wulansari Apriani, menambahkan bahwa audit surveillance diharapkan dapat memberikan gambaran objektif terhadap kinerja sistem yang telah diterapkan sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan guna mempertahankan kualitas dan integritas organisasi.

Audit surveillance dilaksanakan oleh auditor dari Mitra Sejati Fazahara (MSF), yakni Ivar Kusradi dan Viona Putri, melalui pemeriksaan dokumen, observasi lapangan, serta wawancara dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan unit kerja terkait.

Melalui pelaksanaan Audit Surveillance Integrasi ISO ini, Polbangtan Gowa menegaskan komitmennya untuk mempertahankan sertifikasi internasional sekaligus terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian. Langkah ini sejalan dengan visi Polbangtan Gowa dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, profesional, dan berintegritas untuk mendukung pembangunan pertanian Indonesia.