suarakarsa.com – Penjabat (Pj) Bupati Konawe, Stanley, S.E., S.SİT., M.M., didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan drg. Mawar Taligana, M.Kes., Kepala BKKBN Tam Sati Sam, S.E., dan Kadis DPMD Dahlan Sp., M.M., turut menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Stunting yang dibuka oleh Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin. Acara tersebut digelar di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Rakornas Stunting merupakan ajang tahunan untuk membahas program percepatan penurunan stunting di Indonesia, dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah pusat, daerah, mitra pembangunan, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir, program percepatan penurunan stunting telah menunjukkan hasil yang signifikan. “Kita patut bersyukur bahwa angka prevalensi stunting turun dari 30,8% pada tahun 2018 menjadi 21,5% pada tahun 2023. Artinya, dalam lima tahun, kita bisa menurunkan prevalensi stunting sebesar 9,3%, atau rata-rata 1,85% per tahunnya,” ungkapnya.

Wapres juga menekankan pentingnya keberlanjutan program penanggulangan stunting agar anak-anak Indonesia dapat terbebas dari stunting. Dalam kesempatan ini, Wapres juga menyerahkan penghargaan berupa Dana Insentif Fiskal kepada 130 pemerintah daerah yang berprestasi dalam penurunan stunting, serta 15 desa berkinerja baik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe, drg. Mawar Taligana, M.Kes., yang hadir mewakili Pj Bupati, menyampaikan bahwa progres penurunan angka stunting di Kabupaten Konawe telah berjalan dengan baik. “Dari hasil survei, angka stunting di Kabupaten Konawe telah turun dari 28% menjadi 27%. Sementara itu, menurut data E-PPGBM, kami telah mencapai 4,27% pada bulan Juli 2024, mendekati target 4% untuk tahun ini,” jelasnya.

Drg. Mawar juga menjelaskan bahwa E-PPGBM adalah sistem elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat yang diinput setiap bulan oleh pengelola gizi di tiap puskesmas. Ia menekankan pentingnya masyarakat untuk memahami perbedaan antara data survei dan data E-PPGBM, di mana secara nasional data E-PPGBM menunjukkan angka 18%.

Untuk mencapai target penurunan stunting di bawah 9% pada tahun 2025, drg. Mawar menekankan perlunya intervensi gizi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif yang melibatkan lintas program dan sektor. Sebagai langkah konkret, Pj Bupati Konawe berencana menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan Desa/Kelurahan Prioritas Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Konawe untuk tahun 2025.

“Dengan demikian, harapan kami Kabupaten Konawe di tahun 2025 dapat mencapai angka stunting di bawah 9% atau bahkan lebih baik dari itu,” pungkas drg. Mawar Taligana, M.Kes.