suarakarsa.com — Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kolaka Timur mulai menggeliat. Sejumlah figur mulai menunjukkan langkah politiknya, membangun komunikasi, sekaligus membaca kekuatan dukungan masyarakat.

Di tengah persaingan yang diprediksi semakin ketat dan sengit, nama Prima Setya Abdi Negara mulai mencuri perhatian. Ia secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai bakal calon Wakil Bupati Kolaka Timur.

Tak sekadar menyatakan kesiapan, Prima mulai tancap gas membangun fondasi politik. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menemui secara langsung sejumlah tokoh penting, termasuk para orang tua dan pendiri Kabupaten Kolaka Timur.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Prima tidak ingin sekadar hadir sebagai nama dalam bursa pencalonan. Ia memilih turun langsung, membuka ruang dialog, sekaligus menyerap aspirasi dari mereka yang memahami perjalanan panjang pembentukan Kolaka Timur.

“Kami temui satu per satu orang tua dan para pendiri Koltim. Ini adalah bentuk penghormatan dan juga upaya kami untuk mendengar langsung aspirasi serta harapan mereka terhadap masa depan daerah ini,” ujar Prima.

Bagi Prima, komunikasi politik bukan sekadar manuver untuk meraih dukungan. Lebih dari itu, komunikasi menjadi pintu untuk memahami denyut persoalan masyarakat dan merumuskan langkah yang dinilai tepat bagi masa depan Kolaka Timur.

Ia menegaskan, setiap keputusan politik yang diambil harus memiliki pijakan yang kuat pada kepentingan masyarakat. Karena itu, komunikasi dengan berbagai elemen terus digenjot.

“Kami terus melakukan komunikasi politik dengan berbagai elemen. Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil benar-benar berpijak pada kepentingan masyarakat Koltim,” tambahnya.

Jaringan komunikasi itu pun diperluas. Prima mengaku terus menjalin hubungan dengan tokoh politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh adat.

Langkah ini menunjukkan upayanya membangun dukungan dari berbagai lapisan sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan mengenai arah pembangunan Kolaka Timur.

“Terus kita melakukan komunikasi politik dengan sejumlah tokoh politik, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat,” imbuhnya.

Kemunculan Prima menambah warna dan tensi persaingan politik di Wonua Sorume, pusat pemerintahan Kabupaten Kolaka Timur. Dengan semakin banyaknya figur yang mulai bergerak, pertarungan menuju kursi kepemimpinan daerah diperkirakan akan semakin menarik untuk dicermati.

Prima sendiri mengaku optimistis dan siap bertarung secara sehat. Ia ingin menjadikan proses politik bukan hanya sebagai perebutan kekuasaan, tetapi sebagai momentum untuk menawarkan gagasan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

Kini, langkah Prima masih berada dalam fase membangun komunikasi dan mematangkan arah politik. Namun satu hal mulai terlihat jelas: ia tidak ingin berjalan setengah hati.

Dengan komunikasi yang terus diperluas dan pendekatan kepada berbagai elemen masyarakat, Prima Setya Abdi Negara mulai menegaskan eksistensinya dalam peta politik Kolaka Timur. Apakah langkah ini akan membawanya menjadi salah satu kekuatan utama dalam kontestasi mendatang? Perkembangan politik berikutnya akan menjadi jawabannya.