Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Putri Gus Dur Alissa Wahid Tak Suka Jika Kasus Korupsi Dijadikan Alat Menjegal

JAKARTA – Meski terluka oleh kelakuan Cak Imin di masa lalu, putri Gus Dur, Alissa Wahid tidak suka apabila kasus korupsi yang menyeret nama Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dipakai untuk menjegal di Pilpres 2024.

Kasus korupsi yang menyeret nama Cak Imin kembali mencuat usai deklarasi Cawapres 2024.

KPK mengaku membuka peluang untuk memeriksa Cak Imin atas dugaan korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2012 lalu.

Diketahui Cak Imin pernah menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era SBY periode kedua tepatnya tahun 2009 hingga 2014.

Putri Gus Dur pun buka suara terkait hal tersebut.

Diketahui hubungan keluarga Gus Dur dan Cak Imin tidak baik karena isu kudeta PKB yang dipimpin oleh Cak Imin.

Baca Juga  Saling Tuding Yenny Wahid - Cak Imin Soal Kudeta Gus Dur

Cak Imin sendiri diketahui merupakan keponakan Gus Dur alias saudara sepupu Alissa Wahid

Meski tidak suka dengan Cak Imin, Alissa Wahid tidak sepakat apabila kasus korupsi Cak Imin digunakan untuk komoditas politik.

Menurutnya, kasus korupsi yang dipakai untuk menjegal lawan dalam politik sangat membahayakan masa depan bangsa. Hal itu diungkapkan Alissa Wahid di akun twitternya pada Minggu (3/9/2023).

“Di sisi lain, (walau saya bermasalah dg Cak Imin cs) saya tak ingin kontestasi politik menjadikan hukum sbg bahan jegal2an. Itu bahaya bagi masa depan bangsa,” tulis putri sulung Gus Dur ini.

Kata mantan anggota DPR ini, pernyataannya ini tidak hanya berlaku pada kasus Cak Imin. Namun semua kasus korupsi siapapun jangan dijadikan bahan untuk menjegal lawan politik.

Baca Juga  Maraknya Penimbunan BBM Buat Ketua PPWI Butur Geram, Minta APH Segera Turun Tangan

Sebab hal itu kata Alissa sama saja dengan menggadaikan kedaulatan hukum di Indonesia untuk kepentingan lima tahun saja.

Alissa pun berharap isu tersebut tidak benar dan tidak terjadi.

Kata Alissa, walaupun cs Cak Imin meremehkan Gusdurian karena hanya berisi 150 orang namun setidaknya hingga kini organisasi tersebut masih berpandangan lurus.(SW)