Program SIMURP diharapkan tetap fokus pada kegiatan pertanian ramah lingkungan dengan memaksimalkan kegiatan penyuluhan pertanian. Petani dan penyuluh harus menjadi champion di daerahnya masing-masing meskipun proyek sudah berakhir. Harus menjadi agen perubahan guna peningkatan produktivitas, membangun kelembagaan ekonomi, memanfaatkan fasilitas, memaksimalkan jaringan irigasi untuk pertanian yang semuanya bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian, tegasnya lagi.

Program SIMURP di Kabupaten Nagekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki tahun kedua, dengan kegiatan utamanya adalah dukungan penerapan teknologi Climate Smart Agriculture (CSA) melalui kegiatan Sekolah Lapang CSA Scaling Up.

Dalam melaksanakan kegiatan scalling up CSA, lokasi yang dipilih di wilayah BPP Danga, Kecamatan Aesesa dengan luasan 50 Ha. Matilde selaku PJ Kegiatan Program SIMURP Kabupaten Nagekeo menyampaikan bahwa teknologi yang digunakan yaitu jarwo 2:1, penggunaan varietas unggul inpari GT, pemupukan berimbang, penggunaan bahan organik POC dan pestisida nabati (pesnab) serta penerapan sistim pengairan intermiten menggunakan pipa AWD.