Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Soal Isu Kelangkaan Minyak Goreng, Kepala Bulog Konawe Sebut Stok ‘Minyakita’ Selalu Ada

KONAWE – Minyak Goreng rakyat dengan merek “Minyakita” dianggap langka dan jarang terlihat mengisi display para penjual di sejumlah pasar seperti pasar Asinua dan Pasar Wawotobi.

Hal ini disampaikan oleh warga Konawe, Indra disalah satu media online Lajur.com pada Sabtu (16/3/24).

Menanggapi informasi kelangkaan tersebut, Kepala Bulog Konawe, Abdan Jarmin menegaskan bahwa saat ini stok Minyakita dalam kemasan bantal ukuran 1 liter tersedia di Bulog Konawe dengan stok kurang lebih 40.000 liter.

Ia juga menegaskan, stok “Minyakita” selalu tersedia di Pasar Asinua dan Pasar Wawotobi khususnya di outlet binaan Bulog seperti outlet TPK Asinua dan TPK Wawotobi dengan harga jual minyak tersebut sebesar Rp. 14.000/liter.

“Minyak Goreng jenis Minyak kita, juga di jual setiap hari ke masyarakat langsung di Gudang Bulog Tuoy mulai jam 08:00 pagi – 16:00 sore,” katanya.

Disamping itu, kata dia, sebagian beberapa konsumen juga kurang tertarik dengan “Minyakita” yang bentuk kemasannya seperti bantal, sehingga masyarakat lebih memilih kemasan botol atau pouch.

Baca Juga  Fitur Edit Pesan WhatsApp Web: Solusi Mudah Perbaiki Kesalahan Pesan!

“Bisa jadi yang dikatakan langkah adalah “Minyak Kita” dengan kemasan botol atau pouch bukan kemasan bantal. Sementara untuk saat ini kemasan botol atau pun pouch belum tersedia di Bulog Konawe hanya kemasan bantal ukuran 1 liter saja,” kata Kepala Bulog Konawe.

Selain itu, ada kegiatan Gerakan Pangan Murah juga dilaksanakan oleh Pemda melalui Dinas Ketahanan Pangan Konawe secara rutin, dimana komoditi yang di jual ke masyarakat termasuk “Minyakita” dengan kemasan bantal ukuran 1 liter.

Sementara itu, Asisten II Setda Konawe, Muh. Akbar membantah terjadinya kelangkaan minyak goreng jenis “Minyak Kita”.

“100 persen tidak ada kelangkaan minyak goreng tersebut, karena setiap hari Bulog selalu mensuplay outlet-outletnya baik di pasar Asinua maupun di pasar Wawotobi” tegasnya.

Baca Juga  Kembangkan Pasar Tradisional Jadi Pasar Digital, BI Sultra Dukung Program Digitalisasi Kadin Sultra

Menurutnya, ada beberapa kemasan minyak goreng atau Minyakita yang dijual di pasar salah satunya adalah kemasan dalam bentuk botol atau pouch yang mana tingkat pembelian masyarakat cukup tinggi.

Adapun kenaikan harga minyak goreng kata dia, pasti ada potongan harga dari Bulog, sehingga dipastikan objek tidak akan berani menaikan harga tersebut.

“Objek dulu ada batasan harga untuk menaikan organnya, kecuali dari eceran-eceran lain mungkin dia beli oleh objeknya atau mitra bulog, akan tetapi dijual di pasar umum” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Akbar, Pemerintah Daerah terus berupaya melakukan berbagai intervensi bersama bulog konawe melalui pasar pangan murang termasuk minyak goreng.

“Memang kita tidak bisa pungkiri bahwa yang namanya kebutuhan masyarakat apalagi di bulan ramadhan dan menjelang Idul Fitri nanti akan banyak kenaikan harga karena daya beli masyarakat meningkat,” jelas mantan Kepala dinas Ketahanan Pangan ini.

Baca Juga   Kamera Terbaru Canon: Teknologi Canggih untuk Fotografi Profesional

“Tapi Insya Allah, bulog dan ketahanan pangan akan selalu mensuplay dan melakukan distribusi untuk ketersediaan pangan kita dengan keterjangkauan harga bagi masyarakat,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Asisten II Setda Konawe ini menegaskan bahwa kondisi beras kita untuk konawe di gudang bulog sangat aman hingga bulan Juni 2024.
“Bulan Juni stok beras akan sangat aman hingga musim panen petani tiba nantinya” tutupnya.(**)