Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Waspadai Modus Terbaru Penipuan: Surat Tilang Palsu Melalui WhatsApp! Bagaimana Cara Menghindarinya dan Memeriksa Status Tilang Elektronik Anda

Perlu diketahui, pihak kepolisian tidak akan mengirimkan surat tilang digital yang palsu melalui pesan WhatsApp dengan format berkas .APK.
Perlu diketahui, pihak kepolisian tidak akan mengirimkan surat tilang digital yang palsu melalui pesan WhatsApp dengan format berkas .APK. (Canva)

Hati-hati Modus penipuan terus berkembang dan semakin beragam, dan salah satu modus terbaru yang perlu diwaspadai adalah pengiriman surat tilang palsu melalui pesan WhatsApp dengan menggunakan format berkas .APK.

Pelaku penipuan semakin kreatif dalam mencari cara untuk menipu orang dengan tujuan menguras uang secara cepat.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap ancaman ini.

Modus penipuan ini dapat terjadi dengan berbagai variasi.

Dalam beberapa kasus, nomor yang tidak dikenal akan mengirimkan berkas dengan ekstensi .APK melalui pesan WhatsApp.

Namun, ada juga kemungkinan bahwa pelaku penipuan mengirimkan berkas tersebut dari kontak yang mungkin kita kenal.

Namun, tanpa terkecuali, jika ada berkas dengan ekstensi .APK yang diterima melalui pesan WhatsApp, jangan pernah mengkliknya.

Berkas tersebut merupakan tautan phishing yang dapat membuka pintu bagi pelaku untuk mengambil uang kita.

Taktik penipuan semacam ini seringkali berubah-ubah sesuai dengan situasi.

Baca Juga  ZTE Nubia Neo 5G yang Segera Rilis di Indonesia, Intip Harga dan Spesifikasinya

Surat Tilang Palsu Melalui WhatsApp

Dalam beberapa waktu terakhir, terdapat laporan mengenai penipuan dengan mengirimkan berkas .APK yang diklaim sebagai bukti pengiriman dari layanan ekspedisi.

Selain itu, ada pula yang menerima berkas .APK dengan klaim bahwa berkas tersebut adalah surat tilang.

Meskipun begitu, TMC Polda Metro telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat untuk tidak mempercayai klaim semacam ini.

Mereka menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mengirimkan surat tilang digital atau konfirmasi E-TLE yang palsu melalui pesan WhatsApp dengan format berkas .APK.

Dalam hal ini, pihak kepolisian hanya akan mengirimkan surat konfirmasi resmi melalui layanan pos PT Pos Indonesia, sesuai dengan alamat yang tertera dalam surat tilang.

Oleh karena itu, jika ada pesan atau berkas yang mengklaim sebagai surat tilang melalui WhatsApp, sebaiknya segera diabaikan dan tidak diberikan tanggapan.

Selain itu, bagi pemilik kendaraan yang ingin memeriksa apakah kendaraannya terkena tilang elektronik atau tidak, ada cara yang dapat diikuti.

Baca Juga  Cara Scan Barcode Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cukup 3 Menit Saja!

Langkah-langkah untuk memeriksa status kendaraan terkena tilang elektronik atau tidak adalah sebagai berikut:

  1. Akses laman resmi https://etle-pmj.info/id/check-data
  2. Isikan nomor plat kendaraan, nomor mesin, dan nomor rangka sesuai dengan data yang tertera pada Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
  3. Setelah data terisi, klik tombol “Cek Data” dan sistem akan mencari informasi sesuai dengan data yang dimasukkan.
  4. Jika tidak ada catatan pelanggaran yang tercatat untuk kendaraan tersebut, maka akan muncul keterangan “No data available”.
  5. Namun, jika terdapat catatan pelanggaran, informasi seperti waktu pelanggaran, lokasi, status pelanggaran, dan jenis kendaraan akan ditampilkan.

Penting untuk diketahui bahwa jika pemilik kendaraan tercatat melakukan pelanggaran, mereka akan menerima surat konfirmasi dari petugas. Pemilik kendaraan wajib melakukan konfirmasi pelanggaran tersebut.

Konfirmasi ini dapat dilakukan secara online melalui laman resmi https://etle-korlantas.info/id/confirm, dan harus dilakukan maksimal dalam waktu 8 hari sejak pelanggaran terjadi.

Baca Juga  Pendaftaran UTBK 2023 Telah Dibuka Hingga 14 April, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Tidak melakukan konfirmasi pelanggaran dapat berakibat pada pemblokiran sementara STNK kendaraan.

Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti pemindahan alamat, penjualan kendaraan, atau ketidakpatuhan dalam membayar denda yang dijatuhkan.

Perlu diingat bahwa sanksi yang berlaku untuk pelanggaran lalu lintas mengacu pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Oleh karena itu, penting bagi pemilik kendaraan untuk mematuhi peraturan lalu lintas dan mengikuti prosedur yang benar dalam menghadapi surat tilang yang sah.