Teks
PT. Andala Bintang Sarana - Selalu Ada - PT. Andala Bintang Sarana - Selalu Ada - PT. Andala Bintang Sarana - Selalu Ada - PT. Andala Bintang Sarana - Selalu Ada -

Wujudkan Kedaulatan Pangan, Kementan bersama IFAD Terapkan Kebijakan GESI

JAKARTA – Kata siapa bertani hanya pekerjaan laki-laki? Perempuan juga bisa melakukan pekerjaan bertani. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani perempuan di Indonesia pada tahun 2019 tercatat sebanyak 8.051.328 jiwa. Dan jumlah petani perempuan di Indonesia juga semakin meningkat hingga tahun 2022 ini.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya untuk menjadikan sektor pertanian menjadi sektor yang ramah bagi perempuan pekerja. Tujuan Kementan mengupayakan hal tersebut adalah untuk mengangkat peran dan derajat kaum perempuan yang bekerja pada sektor pertanian.

Petani perempuan dianggap sebagai ibu kedaulatan pangan karena perannya yang cukup besar dalam mengelola lahan pertanian, merawat tanaman sampai kepada tanggung jawab untuk ketersediaan pangan keluarga. Selayaknya kita memberikan apresiasi setinggi-tingginya karena kehadiran mereka mampu meningkatkan produktivitas pertanian nusantara. Semakin banyak petani perempuan maka semakin banyak pula hasil panen yang akan didapatkan.

Sebagai dukungan dalam memberdayakan perempuan dalam sektor pertanian, Kementan bekerjasama International Fund for Agricultural Development (IFAD) melalui progam Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS) terus berupaya untuk meningkatkan jumlah perempuan, kaum disabilitas, kelompok migran serta kelompok adat tertentu untuk terlibat aktif dalam sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan perempuan itu sangat kreatif dalam mewujudkan pembangunan pertanian.

Baca Juga  Gelar Workshop HaKI dan Jurnal Internasional Bereputasi, Polbangtan Kementan Berbagi Inspirasi

“Perempuan Indonesia sangat berperan penting pada pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga karena di tangan seorang perempuan keputusan diambil dalam hal memilih bahan pangan, mengolah secara sehat, dan menentukan kebutuhan rumah tangga yang ramah lingkungan.

Kegiatan membuat pangan sendiri dengan cara bertani ataupun beternak, mengeksplore, enterpreneur dengan cara bisnis UMKM baik secara online ataupun memanfaatkan lahan kosong di perkarangan rumah dapat dilakukan oleh perempuan. Oleh karena itu, diperlukan motivasi dan langkah strategis dalam mengintegrasikan peran perempuan dalam setiap unsur pembangunan pertanian”, ungkap Mentan Syahrul.

Mendukung pernyataan Menteri Pertanian, Kepala BPPSDMP Kementan Dedi Nursyamsi menyatakan pentingnya membangun sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas termasuk pendampingan ke petani yang mendukung penuh kegiatan pelatihan serta peningkatan keterampilan bagi petani.

“Program YESS hadir untuk memfasilitasi pemuda di pedesaan yang menjadi lokasi YESS untuk meningkatkan kemampuan serta kualitas mereka dalam mengelola usaha di sektor pertanian. Kami juga sangat memperhatikan unsur Gender Equality and Social Inclusion (GESI) sebesar 40% yang memberikan perhatian khusus pada kesetaraan gender dan pelibatan kelompok marginal termasuk penyandang disabilitas. Diharapkan dengan adanya fasilitasi ini dapat meningkatkan jumlah petani serta wirausaha pertanian millenial secara signifikan”, tegas Dedi.

Dalam kunjungan bersama Tim IFAD yang diwakili oleh Satu Santala selaku Associate Vice-President of the External Relations and Governance Department at IFAD, Ivan Cossío Cortez selaku serta Akiko Muto selaku Partnership Officer at IFAD ke kabupaten Cianjur dan Subang pada anggal 4-5 September 2022 yang lalu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian sekaligus Direktur Program YESS menegaskan progress dari program YESS di seluruh lokasi YESS telah menunjukkan hasil yang signifikan.

Baca Juga  Siaga 24 Jam, Berikut Kisah Kru Kapal Ambulans Gawat Darurat Kepulauan Seribu

“Berulang kali tim IFAD menanyakan sejauhmana keterlibatan perempuan, kaum disabilitas, kelompok migran serta kelompok adat tertentu pada program YESS. Dan tak hanya bicara saja, kita telah hadirkan petani perempuan serta wirausaha pertanian perempuan yang telah sukses meningkatkan usahanya.

Mulai dari budidaya beras hitam, tanaman hias, sayuran, jamur, hingga produk olahan lainnya mereka telah tekuni disela-sela aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga. Untuk pemasaran mereka pun telah memanfaatkan media sosial dan beberapa marketplace yang ada”, papar Santi.

Tim IFAD didampingi Direktur program YESS dan Project Manager PPIU Jabar juga berkesempatan langsung berdiskusi dengan penerima manfaat YESS. Antusiasme tak hanya terlihat dari Tim IFAD, penerima manfaat program YESS pun terlihat aktif menceritakan perkembangan yang telah mereka rasakan setelah adanya program YESS.

Salah satunya adalah Fuji, penyandang disabilitas yang sedang mengikuti kegiatan magang bersertifikat di Poktan Sejahtera Sukabumi di bawah komando Iqbal Habibi (Young Ambassador program YESS 2022, Mentor Magang). “Alhamdulilah selama saya magang saya bisa lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan lainnya. Kang Iqbal juga mengajarkan saya bagaimana menyiapkan media tanam ,menanam, memelihara tanaman hingga panen. InshaAllah saya pun akan fokus menekuni usaha di sektor pertanian ini”, ungkap Fuji.

Baca Juga  Kementan Mengajak Pelaku Usaha Pertanian Sukseskan Sensus Pertanian 2023

Pada kesempatan yang sama Satu Santala mengatakan, “Semua orang pernah membicarakan program YESS, sekarang saya melihatnya sendiri dan itu terbukti semakin berjalan dan saya sangat senang untuk ini. Senang bisa mengunjungi lokasi program YESS di Indonesia. Kisah sukses yang menginspirasi dari pengusaha muda pedesaan, membawa inovasi dan energi ke rantai nilai pertanian. Dan meningkatkan pendapatan mereka sendiri juga”, tegasnya.