suarakarsa.com – Mahasiswi Arsitektur di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, memanfaatkan waktu cutinya untuk membuka usaha bernama Retro. Usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini mengolah limbah kayu menjadi gantungan kunci hingga dekorasi ruangan.
Berawal dari melihat limbah kayu yang terbuang di meubel, Itun begitu ia akrab disapa mulai mempelajari pirografi, seni mengukir kayu dengan teknik pembakaran. Meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk alat solder yang meledak, ia terus berusaha hingga mampu membeli peralatan seperti jigsaw dan bor mini. Kini, Retro dapat memproduksi sekitar 45 gantungan kunci per hari.
Nurzaitun, mahasiswi Arsitektur di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, memanfaatkan waktu cutinya untuk membuka usaha bernama Retro. Usaha mikro kecil menengah (UMKM) ini mengolah limbah kayu menjadi gantungan kunci hingga dekorasi ruangan.
2 Komentar