suarakarsa.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian unggul melalui Lomba Inovasi Produk Pertanian yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-8 Polbangtan Gowa. Mengusung tema “Membangun Masa Depan Pertanian dan Peternakan Melalui Smart Innovation”, kompetisi ini menjadi ajang lahirnya berbagai inovasi teknologi untuk menjawab tantangan sektor pertanian modern.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional. Menurutnya, pembangunan pertanian harus didukung oleh SDM yang terampil, adaptif terhadap teknologi, dan mampu menjawab tantangan global.

Senada dengan itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang inovatif dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai agripreneur muda dan agen perubahan yang membawa inovasi ke lapangan,” ujar Arsanti.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menambahkan bahwa kompetisi inovasi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi sektor pertanian.

Lomba yang berlangsung sejak 23 Juni hingga 16 Juli 2026 ini diikuti berbagai perguruan tinggi vokasi dari seluruh Indonesia. Penilaian dilakukan melalui seleksi administrasi, evaluasi produk, dan presentasi, sebelum pemenang diumumkan pada Seminar Internasional Polbangtan Gowa, Jumat (18/7/2026).

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Juara I diraih tim AGROVISION dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui platform smart farming yang mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan Web-GIS untuk memantau kondisi lahan, menganalisis data, serta memberikan rekomendasi budidaya secara real time.

Juara II diraih tim RICELOOP dari Polbangtan Bogor dengan inovasi sistem pemanfaatan sekam padi menjadi sumber energi dan produk bernilai ekonomi tanpa menghasilkan limbah.

Sementara Juara III diraih tim AGRINOVA dari Polbangtan Gowa melalui inovasi SeedRoll One, alat tanam benih manual multifungsi yang mampu meratakan media tanam, membuat lubang, dan menanam benih dalam satu kali lintasan sehingga lebih efisien dan hemat benih.

Wakil Direktur II Polbangtan Gowa, Mufidah Muis, mengapresiasi seluruh peserta yang telah menghadirkan karya-karya inovatif.

“Menang atau belum menang, kalian semua adalah pemenang. Kalian telah berani mengubah persoalan pertanian menjadi solusi nyata melalui inovasi. Kualitas karya tahun ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Ia menambahkan, pertanian masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital dan membangun model bisnis pertanian yang modern.

Melalui kompetisi ini, Polbangtan Gowa berharap semakin banyak inovasi yang lahir dari generasi muda untuk mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju sektor yang maju, mandiri, modern, dan berdaya saing global.