Teks
PP Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 2024 atau 1 Syawal 1445 H pada Rabu, 10 April 2024 - Kemenag RI akan melaksanakan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1445 H atau Idul Fitri 2024 pada 29 Ramadhan - Suarakarsa.com: Mengucapkan selamat menjelang Idul Fitri 2024

Dewas KPK Mulai Usut Sewa Rumah Firli Bahuri

JAKARTA – Urusan sewa rumah rehat Ketua KPK Firli Bahuri masih menjadi sorotan. Kini masalah tersebut diusut Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Diketahui, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan dugaan pelanggaran kode etik Firli ke Dewas KPK. Laporan itu terkait pembayaran sewa rumah rehat Firli seharga Rp 650 juta per tahun dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN).

Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengatakan pihaknya sudah menerima laporan tersebut. Tidak hanya itu, Syamsuddin Haris mengatakan pihaknya tengah menindak lanjuti.

“Sudah (diterima) dan dalam proses tindak lanjut juga,” kata Syamsuddin Haris kepada wartawan, Selasa (21/11/2023).

Haris mengatakan Dewas KPK telah mengklarifikasi Firli terkait laporan MAKI tersebut. Namun dia belum menjelaskan terkait hasil pemeriksaan tersebut.

Baca Juga  Demokrat Warning Anies Segera Tentukan Cawapres

“Semua pengaduan terkait FB (Firli Bahuri) kita satukan, jadi sudah sekalian diklarifikasi juga kemarin,” ujarnya.

Sebelumnya, urusan harga sewa rumah rehat Firli di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, ini mencuat saat polisi melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan pemerasan pimpinan KPK terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Harga sewa rumah itu disebut mencapai Rp 650 juta per tahun.

MAKI kemudian menuding rumah sewa itu tidak dilaporkan Firli dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Pengacara Firli, Ian Iskandar, sebelumnya juga telah membantah tudingan MAKI.

“Semuanya sudah (dilaporkan dalam LHKPN),” kata Ian Iskandar kepada wartawan, Sabtu (4/11/2023).

Ian menuding MAKI sengaja mencari-cari kesalahan Firli setelah KPK menetapkan mantan Mentan SYL terkait kasus korupsi di Kementan dan langsung menahannya. Menurutnya, kliennya juga mendapat fitnah lain, seperti membocorkan dokumen penyidikan.

Baca Juga  KPU Dalami Surat Suara yang Tercoblos di Malaysia

“Saya heran kenapa ada orang yang sengaja mencari-cari kesalahan Pak FB (Firli Bahuri) pasca-SYL ditahan KPK, semua framing media sosial memberitakan fitnah pada Pak FB. Difitnah bocorkan dokumen penyidikan, difitnah ada affair dengan jurnalis, difitnah memeras, dan yang lain,” ujarnya.(SW)