Ledakan gudang amunisi tersebut kembali menunjukkan bahaya yang masih mengintai Suriah meski negara itu mulai keluar dari konflik bersenjata yang berlangsung lebih dari satu dekade.
Persenjataan dan amunisi yang tertinggal dari konflik menjadi salah satu persoalan serius karena dapat memicu kecelakaan fatal apabila tidak ditangani dan disimpan sesuai prosedur keselamatan.
Insiden serupa sebelumnya juga terjadi di Provinsi Idlib. Pada 1 September, sebuah kendaraan yang mengangkut amunisi meledak di Binnish.
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa ledakan tersebut menewaskan lima orang dan menyebabkan sejumlah lainnya terluka.
Rangkaian insiden tersebut menambah kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat di wilayah yang masih memiliki banyak sisa persenjataan dan material berbahaya peninggalan konflik.


Tinggalkan Balasan