suarakarsa.com – Sedikitnya 14 orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam ledakan yang terjadi di sebuah gudang penyimpanan amunisi, senjata, dan sisa-sisa perang di dekat Sarmada, Provinsi Idlib, Suriah.

Ledakan terjadi pada Rabu dan memicu kebakaran besar di lokasi. Asap hitam tebal terlihat membubung dari area gudang selama berjam-jam setelah kobaran api melanda tempat tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, Kamis (10/9/2026), insiden terjadi di Desa Burj al-Nimra, wilayah pedesaan di bagian utara Provinsi Idlib. Tim darurat langsung dikerahkan ke lokasi setelah laporan mengenai ledakan diterima.

Upaya pemadaman api tidak berjalan mudah. Sejumlah ledakan susulan dilaporkan terjadi di sekitar lokasi sehingga petugas pemadam kebakaran harus bekerja dengan ekstra hati-hati.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman kobaran api berlangsung lebih lama. Petugas juga melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.

Seorang fotografer Associated Press yang berada di lokasi melaporkan bahwa sejumlah jenazah telah berhasil dievakuasi dari area kejadian.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Suriah menyatakan sejumlah personelnya termasuk di antara korban luka dalam insiden tersebut. Informasi itu dilaporkan kantor berita Reuters.

Kementerian Pertahanan Suriah menyebut gudang yang hancur dalam ledakan digunakan untuk menyimpan senjata dan amunisi peninggalan pemberontakan serta perang saudara yang berlangsung di Suriah selama bertahun-tahun.

Menurut laporan kantor berita negara SANA, depot tersebut menyimpan material sisa konflik yang berlangsung sejak 2011 hingga 2024.

Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap penyebab pasti ledakan. Investigasi masih diperlukan untuk mengetahui bagaimana insiden tersebut dapat terjadi dan apakah terdapat faktor kelalaian dalam penyimpanan material berbahaya.

Ledakan gudang amunisi tersebut kembali menunjukkan bahaya yang masih mengintai Suriah meski negara itu mulai keluar dari konflik bersenjata yang berlangsung lebih dari satu dekade.

Persenjataan dan amunisi yang tertinggal dari konflik menjadi salah satu persoalan serius karena dapat memicu kecelakaan fatal apabila tidak ditangani dan disimpan sesuai prosedur keselamatan.

Insiden serupa sebelumnya juga terjadi di Provinsi Idlib. Pada 1 September, sebuah kendaraan yang mengangkut amunisi meledak di Binnish.

Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa ledakan tersebut menewaskan lima orang dan menyebabkan sejumlah lainnya terluka.

Rangkaian insiden tersebut menambah kekhawatiran terhadap keselamatan masyarakat di wilayah yang masih memiliki banyak sisa persenjataan dan material berbahaya peninggalan konflik.

Pihak berwenang kini masih melakukan penanganan di lokasi ledakan, termasuk pencarian korban dan penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden mematikan tersebut.