suarakarsa.com, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kembali memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi pertanian berkelas dunia melalui International Seminar bertema Shaping the Future of Agriculture and Livestock through Smart Innovation. Seminar yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-8 Polbangtan Gowa ini digelar di Aula Syekh Yusuf, Kampus I Polbangtan Gowa, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid tersebut diikuti 550 peserta, terdiri atas 350 peserta luring dan 200 peserta daring. Seminar menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam mendorong inovasi pertanian dan peternakan yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kolaborasi global menjadi kunci dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian dan peternakan.
“Pertanian modern tidak bisa dibangun sendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan mitra internasional untuk mempercepat lahirnya inovasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghasilkan teknologi yang dapat diterapkan langsung di lapangan,” ujar Amran.
Ia mengapresiasi konsistensi Polbangtan Gowa dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Melalui tema Smart Innovation for the Future of Agriculture and Livestock, saya berharap lahir berbagai gagasan, penelitian terapan, dan kolaborasi internasional yang mampu mempercepat transformasi pertanian menuju sektor yang maju, modern, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan seminar internasional ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian membangun sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing global.
“Transformasi sektor pertanian tidak hanya bertumpu pada teknologi, tetapi juga kolaborasi lintas negara, pertukaran pengetahuan, serta penguatan jejaring antara dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan mitra internasional,” kata Santi.
Menurutnya, BPPSDMP terus mendorong satuan pendidikan vokasi menjadi pusat inovasi yang mampu menjawab tantangan ketahanan pangan, perubahan iklim, dan regenerasi petani.
Seminar dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Muhammad Amin. Ia menilai inovasi cerdas menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian.
“Melalui seminar ini diharapkan lahir rekomendasi ilmiah yang aplikatif, jejaring kerja sama yang berkelanjutan, serta inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur II Polbangtan Gowa, Mufidah Muis, mengatakan seminar ini menjadi momentum mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan memperluas jejaring kerja sama.
Seminar menghadirkan narasumber dari Indonesia, Australia, dan Bangladesh, yakni Muhammad Azrai, Meta Mahendradatta, Winarti Halim, serta Bisakha Dewan. Berbagai materi yang dibahas meliputi inovasi teknologi pertanian, pengendalian mutu pangan, pengembangan pertanian internasional, hingga pemanfaatan teknologi cerdas untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian dan peternakan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang aktif bertukar gagasan mengenai penerapan smart innovation dalam mendukung pertanian modern.
Melalui seminar internasional ini, Polbangtan Gowa menegaskan komitmennya dalam memperluas kolaborasi global, memperkuat inovasi, serta mencetak sumber daya manusia pertanian yang profesional, adaptif, dan siap mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan