Investor Menanti Data Tenaga Kerja AS
Investor kini menantikan laporan nonfarm payrolls AS untuk September yang dijadwalkan dirilis pada Jumat. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter The Fed.
Analis pasar senior XM Trading, Achilleas Georgolopoulos, mengatakan pelemahan selera risiko dan berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga telah memberikan dukungan terhadap emas. Namun, ia menilai tren jangka pendek masih menghadapi tekanan.
Menurutnya, level US$4.000 per ons masih mungkin kembali diuji apabila data tenaga kerja AS menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan.
Sementara itu, HSBC memangkas proyeksi rata-rata harga emas untuk 2026 dan 2027 masing-masing menjadi US$4.490 dan US$4.825 per ons. HSBC memperkirakan emas masih dapat menghadapi tekanan dalam jangka pendek, meski harga dinilai semakin mendekati titik terendah.
HSBC juga memperkirakan bank sentral dapat kembali meningkatkan pembelian emas sebagai respons terhadap penurunan harga, terutama apabila harga bergerak mendekati atau berada di bawah level US$4.000 per ons.


Tinggalkan Balasan