Jajang menilai perawat tidak seharusnya hanya menjadi objek dari kebijakan, tetapi harus memiliki ruang lebih besar dalam proses perumusan dan pengambilan keputusan di tingkat nasional maupun daerah.
“Suara perawat harus didengar dalam setiap pengambilan keputusan yang menyangkut profesi, pelayanan kesehatan, dan masa depan keperawatan Indonesia,” katanya.
Dorong Organisasi Lebih Dekat dengan Anggota
Jajang mengatakan keputusannya maju dalam kontestasi Ketua Umum DPP PPNI dilandasi keinginan untuk membangun organisasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan anggota.
Ia berharap PPNI ke depan dapat menjadi organisasi yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif dan organisasi profesi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi para perawat di seluruh Indonesia.
“PPNI harus menjadi rumah yang melindungi ketika anggota menghadapi persoalan, membantu ketika anggota mengalami kesulitan, serta menjadi tempat bagi seluruh perawat untuk berkembang dan membanggakan profesinya,” ujarnya.


Tinggalkan Balasan