Teks
PT. Andala Bintang Sarana - Selalu Ada - PT. Andala Bintang Sarana - Selalu Ada - PT. Andala Bintang Sarana - Selalu Ada - PT. Andala Bintang Sarana - Selalu Ada -

Para Jemaah di Gunungkidul Rayakan Idulfitri 2024 Lebih Awal

para Jemaah di Gunungkidul Rayakan Idulfitri
Ilustrasi Rayakan Idulfitri 2024 Lebih Awal (foto canva)

Gunungkidul, DIY – Meskipun belum secara resmi ditetapkan oleh pemerintah, umat Islam yang tergabung dalam jemaah Masjid Aolia, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memutuskan untuk merayakan hari raya Idulfitri 2024 lebih awal. Jemaah berkumpul di Masjid Aolia untuk menunaikan salat Idulfitri pada pagi hari Jumat, 5 April 2024.

Kegiatan perayaan Idulfitri ini diawali dengan takbiran yang dilaksanakan pada malam Kamis, 4 April 2024. Keputusan untuk merayakan Idulfitri lebih awal ini didasarkan pada perhitungan yang dibuat oleh pengasuh jemaah Aolia serta melalui perjalanan spiritual yang dilakukan oleh pimpinan pondok pesantren yang terkait.

Menurut perhitungan yang dilakukan, 1 Syawal 1445 H diputuskan jatuh pada hari Jumat, 5 April 2024. Keputusan ini juga didukung oleh kalender yang digunakan oleh jemaah Aolia, yang menetapkan awal bulan Ramadan lebih awal dibandingkan dengan penetapan pemerintah. “Penetapan ini berdasarkan pada perhitungan jemaah kami dan juga perjalanan spiritual yang telah kami lakukan, Dalam sebuah pernyataan yang menarik perhatian, pengasuh jemaah Masjid Aolia menyampaikan bahwa ia telah “menelepon Tuhan” sebagai bagian dari proses spiritualnya.” ujar pengasuh jemaah Masjid Aolia.

Baca Juga  Masyarakat Sampara Antusias Sambut Harmin Ramba di Acara Halalbihalal 

Perayaan Idulfitri yang dilakukan lebih awal ini menunjukkan adanya keragaman dalam pemahaman dan penentuan awal bulan hijriyah di Indonesia. Ini juga mencerminkan kebebasan beragama dan keberagaman praktik keagamaan yang dihormati dalam masyarakat. Meskipun demikian, jemaah Masjid Aolia melaksanakan perayaan Idulfitri dengan penuh hikmat dan kebersamaan, menunjukkan kekayaan tradisi dan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Masjid Aolia memiliki jaringan yang tersebar di berbagai desa dan kecamatan di Gunungkidul, menandakan luasnya pengaruh dan keberadaan jemaahnya. “Jemaah saya banyak di berbagai wilayah di Indonesia maupun di luar negeri,” ungkap Raden Ibnu Hajar, menunjukkan jangkauan dan keragaman jemaah).

Seusai melaksanakan salat Idulfitri, para jemaah Masjid Aolia mengadakan halalbihalal. Acara ini merupakan tradisi yang mendalam di kalangan masyarakat Indonesia sebagai wujud permohonan maaf dan penguatan silaturahmi antarjemaah. Dalam kesempatan ini, pengasuh jemaah mengimbau umat Islam untuk saling menghormati perbedaan yang ada. Mereka diajak untuk fokus pada kerukunan dan perdamaian antarumat beragama, yang merupakan nilai inti dari ajaran Islam.

Baca Juga  Polres Konawe Gelar Apel Kasat Kamling Serta Pemberian Penghargaan Kepada Anggota Berprestasi

Masjid Aolia, dengan jemaahnya yang tersebar luas di Gunungkidul dan di berbagai tempat lain, menjadi simbol dari keragaman dan kesatuan umat Islam dalam merayakan kebesaran hari raya Idulfitri. Acara halalbihalal yang diadakan menjadi momen yang mengesankan, memperkuat tali persaudaraan dan kerukunan dalam keberagaman.