Teks
PP Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 2024 atau 1 Syawal 1445 H pada Rabu, 10 April 2024 - Kemenag RI akan melaksanakan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1445 H atau Idul Fitri 2024 pada 29 Ramadhan - Suarakarsa.com: Mengucapkan selamat menjelang Idul Fitri 2024

Kementan Lakukan Pengawalan dan Pendampingan Program Genta Organik di Jawa Tengah

Program
Kunjuangan kerja Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bringin, Kabuapten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (06/07/2023). (Sumber: Humas Kementan)

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) beserta jajarannya terus menggencarkan Program Genta Organik. Program Genta Organik mendorong petani untuk memproduksi pupuk organik, pupuk hayati, dan pembenah tanah secara mandiri. Ini merupakan solusi terhadap masalah pupuk yang mahal, dengan memanfaatan pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para petani di seluruh Indonesia untuk meningkatkan penggunaan pupuk sendiri alias pupuk organik. Menurutnya, pupuk organik sangat dibutuhkan, selain karena pupuk subsidi yang ada saat ini jumlahnya sangat terbatas.

“Belum lagi bahan baku pupuk seperti gugus fosfat yang sebagian besar dikirim dari Ukraina dan Rusia tersendat karena perang keduanya. Jadi yang tidak dapat pupuk subsidi segeralah menghadirkan pupuk organik. Minimal setiap kabupaten harus jadi percontohan dan tidak mengandalkan bantuan Pemerintah Pusat”, ujar Mentan Syahrul.

Baca Juga  Perkuat Ekonomi Bangsa, Kementan Dorong Munculnya Startup Basis Pertanian

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi yang mengatakan bahwa pemupukan merupakan komponen utama pada sebuah tanaman. Karena itu diperlukan keberimbangan baik urea maupun dengan proses perawatan.

“Salah satu diantaranya menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan padi berkualitas”, jelas Kabadan Dedi.

Kabadan juga menambahkan jika Kementan akan terus mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas.

“Gerakan tani pro organik ditujukan memanfaatkan sepenuhnya pupuk hayati, pembenah tanah dan pestisida nabati, mari terus genjot produktivitas”, ujar Dedi lagi.

Pupuk organik tersebut diharapkan agar tanah-tanah menjadi subur untuk meningkatkan produksi pertanian di saat harga pupuk mahal, menerapkan pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, menekan biaya produksi pertanian dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Baca Juga  Semangat Dies Natalis ke-5, Polbangtan Kementan Komitmen Bangun SDM Pertanian Unggul

Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya Sementara melakukan kunjungan kerja untuk memotitor pelaksanaan Program Genta Organik di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Kamis (06/07/2023).

Dalam arahannya Bustanul menyampaikan bahwa program SL Genta Organik menjadi terobosan untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya pupuk kimia. Kemahalan pupuk kimia ini tidak hanya di Indonesia, tapi dibelahan dunia lainnya juga mahal.

Karena tujuan Program Genta Organik adalah mengurangi penggunaan pupuk kimia, jangan menggunakan pupuk kimia berlebihan, tapi bukan juga menghilangkan, atau dalam bahasa lainnya adalah bagaimana kita bisa menerapkan pupuk berimbang”, jelas Bustanul.

Di akhir sambutannya Bustanul berharap agar program SL Genta Organik ini dapat berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh BPP-BPP lainnya sehingga permasalahan pupuk dapat diatasi oleh petani. (JK/HV/NF)