
Menurutnya, pendidikan vokasi pertanian harus mampu melahirkan lulusan yang memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja sekaligus memiliki kemampuan menciptakan lapangan usaha. Karena itu, Kementan terus memperkuat pendidikan vokasi agar lulusan Polbangtan siap bekerja, berwirausaha, dan menjadi agen perubahan di daerah.
Pesan tersebut sejalan dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Ia mengingatkan mahasiswa baru bahwa tantangan sektor pertanian ke depan semakin kompleks dan membutuhkan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
“Ke depan, kalian akan berhadapan dengan isu-isu strategis seperti ketahanan pangan, digitalisasi pertanian, dan perubahan iklim. Bekali diri dengan kemampuan adaptif dan inovatif,” tuturnya.


Tinggalkan Balasan