suarakarsa.com – Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan tiga tuntutan rakyat (Tritura), mulai dari pemulihan kondisi nasional hingga penegakan supremasi sipil.

Berdasarkan pantauan, massa mahasiswa yang tergabung dalam Kepresidenan Mahasiswa (Kepresma) Universitas Trisakti mulai memadati kawasan Patung Kuda sekitar pukul 15.53 WIB.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa membawa spanduk dan berbagai atribut aksi yang memuat tuntutan serta simbol kekecewaan terhadap kondisi nasional.

Menteri Luar Negeri Kepresma Universitas Trisakti periode 2025/2026 Kabinet Karya Bersama, Arief Rizquna, menjelaskan terdapat tiga poin utama yang menjadi tuntutan mahasiswa dalam aksi tersebut.

Tuntutan pertama adalah pemulihan berbagai sektor nasional, meliputi ekonomi, ekologi, politik, pendidikan, dan kesehatan.

Tuntutan kedua, mahasiswa mendesak para penguasa untuk menghapus dan memberantas keberadaan pejabat yang dinilai tidak kompeten dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Yang kedua, kami menyampaikan untuk para penguasa agar menghapus dan memberantas semua pejabat yang tidak inkompeten di bidangnya,” ujar Arief dalam orasinya.

Sementara itu, tuntutan ketiga berkaitan dengan penegakan supremasi sipil. Mahasiswa menginginkan agar prinsip supremasi sipil benar-benar dijalankan dalam kehidupan bernegara.

Arief mengatakan, aksi tersebut juga menjadi bentuk penyampaian kekecewaan mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih terjadi di Indonesia.

“Hari ini saya ingin menunjukkan kepada masyarakat sipil sekalian bahwa ada simbol kekecewaan, ada simbol kemirisan yang kami bawa dari Trisakti,” kata Arief.

Ketiga tuntutan tersebut disampaikan melalui orasi dan ditampilkan dalam spanduk serta atribut demonstrasi yang dibawa massa mahasiswa.

Melalui aksi di kawasan Patung Kuda tersebut, mahasiswa Universitas Trisakti berharap aspirasi yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian para pemangku kebijakan dan mendorong perbaikan di berbagai sektor kehidupan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *