suarakarsa.com – Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Gontor, Jumat (30/10/2026).

Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani dan Anggota DPR Fraksi Gerindra Endipat Wijaya. Rombongan disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal.

Melalui bantuan tersebut, Prabowo berharap para santri mendapatkan dukungan yang memadai untuk menempuh pendidikan dan kelak mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Wamensesneg Juri Ardiantoro mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah Presiden Prabowo untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembelajaran para santri di lingkungan pesantren.

“Bapak Presiden menitipkan bantuan, kemudian bantuan ini kami sampaikan kepada Gontor untuk mendukung para santri agar bisa belajar dengan baik, agar bisa menjadi insan yang bermanfaat untuk sesama dan untuk bangsa dan negara,” kata Juri dikutip dari keterangan resmi, Minggu (1/11/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Juri juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Gontor.

“Kedatangan kami dalam rangka silaturahmi, serta kami menyampaikan salam dari Bapak Presiden Prabowo kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Gontor,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MPR Ahmad Muzani mengajak para santri memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan pentingnya menjadi pribadi yang taat, tekun, serta mampu memahami dan mengamalkan ilmu yang diberikan para pengasuh dan pendidik.

Menurut Muzani, berbuat baik kepada sesama merupakan nilai sederhana yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia meyakini, kebiasaan berbuat baik tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, tetapi juga dapat menjadi kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

Muzani menilai Pondok Pesantren Gontor memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan tokoh, pemimpin, dan cendekiawan yang berkiprah di berbagai bidang.

Ia menyebut banyak alumni Gontor yang kini menduduki posisi strategis di lembaga pemerintahan, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.

“Kita lihat sekarang banyak sekali alumni Gontor yang sudah menduduki kursi pimpinan di bangsa ini. Ada di eksekutif, ada di legislatif, yudikatif dan lain-lain. Ini disebabkan karena Gontor terus memberikan pemahaman kepada santrinya untuk terus berbuat baik,” tutur Muzani.

Ia berharap Pondok Pesantren Gontor dapat terus mempertahankan kontribusinya dalam mencetak generasi yang memiliki kemampuan keilmuan, karakter kuat, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

“Mudah-mudahan Gontor akan terus konsisten memberikan kontribusi terbaiknya untuk umat, untuk rakyat, untuk bangsa negara kita, dan untuk agama. Mencetak santri-santri unggul yang berdaya saing tidak hanya nasional, tapi juga internasional,” sambungnya.

Lebih lanjut, Muzani berpesan agar para santri senantiasa menjaga semangat untuk melakukan kebaikan, baik selama menempuh pendidikan di pesantren maupun ketika nantinya terjun langsung ke tengah masyarakat.

Menurutnya, kebaikan merupakan bentuk pengabdian yang dapat dilakukan setiap orang dan memberikan dampak positif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Maka saya harap kepada adik-adik semua, teruslah berbuat baik karena berbuat baik adalah amal sederhana yang bisa kita semua lakukan. Dan kebaikan itu akan dikenang oleh orang-orang di sekitar dan bahkan oleh bangsa dan negara kita tercinta,” jelas Muzani.

Penyaluran bantuan dari Presiden Prabowo ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pendidikan pesantren sebagai salah satu pilar pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Melalui penguatan pendidikan dan pembentukan karakter, pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa.