suarakarsa.com – Peta politik Kabupaten Kolaka Timur diprediksi bakal semakin dinamis. Di tengah dominasi sejumlah nama yang selama ini menghiasi panggung politik daerah, mulai muncul figur-figur baru yang dinilai memiliki potensi untuk memberi warna berbeda.

Salah satu nama yang mulai mendapat perhatian adalah Prima Setya Abdi Negara.

Kemunculan Prima dinilai bukan sekadar fenomena sesaat. Ketua Lembaga Kajian Hukum & Pemerhati Daerah Sulawesi Tenggara, Riyan Aidam, melihat Prima sebagai figur yang memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu kekuatan baru dalam percaturan politik Kolaka Timur.

Riyan menilai, potensi politik seorang figur tidak hanya ditentukan oleh posisi yang sedang diperjuangkan saat ini. Lebih dari itu, kemampuan membangun komunikasi, menjaga kepercayaan masyarakat, memperluas jaringan, serta menunjukkan kapasitas kepemimpinan menjadi faktor penting yang akan menentukan perjalanan politik seseorang.

“Prima Setya Abdi Negara menurut saya adalah salah satu figur yang akan menjadi momok baru dalam wajah politik Kolaka Timur. Bukan dalam arti negatif, tetapi sebagai figur baru yang ke depan berpotensi mengubah peta dan dinamika politik di Kolaka Timur,” ujar Riyan Aidam.

Menurut Riyan, politik daerah terus bergerak dan membuka ruang bagi munculnya generasi baru. Karena itu, kemunculan Prima dinilai sebagai bagian dari dinamika tersebut.

Figur baru yang memiliki keberanian tampil ke ruang publik, membangun jaringan dan menawarkan gagasan dinilai berpeluang mendapatkan perhatian masyarakat, terutama jika mampu menjaga konsistensi dalam jangka panjang.

“Politik tidak berhenti pada hari ini. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seorang figur mampu menjaga komunikasi dengan masyarakat, membangun kepercayaan dan menunjukkan kapasitasnya. Jika itu mampu dilakukan, maka Prima bisa menjadi salah satu kekuatan politik baru yang patut diperhitungkan,” katanya.

Riyan mengatakan, perjalanan politik Prima saat ini dapat menjadi momentum untuk membangun fondasi yang lebih kuat. Namun, peluang tersebut tetap bergantung pada kemampuan Prima membaca perkembangan politik dan memahami kebutuhan masyarakat Kolaka Timur.

Konsistensi menjadi kata kunci. Sebab, menurut Riyan, popularitas sesaat tidak cukup untuk menjadikan seseorang sebagai kekuatan politik yang bertahan lama.

Jika mampu membangun basis dukungan dan mempertahankan komunikasi dengan masyarakat, Riyan menilai nama Prima berpotensi semakin sering muncul dalam berbagai pembicaraan politik di Kolaka Timur.

“Ke depan, saya kira nama Prima akan semakin sering muncul dalam pembicaraan politik Kolaka Timur. Ia punya potensi untuk menjadi wajah baru yang membawa warna berbeda dalam politik daerah,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kontestasi politik di Kolaka Timur berpotensi tidak lagi hanya berkutat pada figur-figur yang selama ini sudah dikenal publik.

Kemunculan nama baru seperti Prima menjadi sinyal bahwa ruang politik daerah masih terbuka bagi figur yang mampu menawarkan gagasan, membangun kepercayaan, dan menunjukkan kapasitasnya kepada masyarakat.

Pada akhirnya, apakah Prima benar-benar mampu menjadi kekuatan politik baru di Kolaka Timur masih akan ditentukan oleh perjalanan ke depan.

Dukungan publik, kekuatan jaringan, konsistensi komunikasi, serta kemampuan membaca kebutuhan masyarakat akan menjadi ujian penting bagi Prima untuk membuktikan potensinya.

Bagi Riyan Aidam, satu hal yang jelas: wajah politik Kolaka Timur mulai bergerak dan nama-nama baru mulai masuk dalam radar. Prima Setya Abdi Negara menjadi salah satu figur yang kini layak diperhatikan.

Perkembangan selanjutnya akan menentukan apakah kemunculan Prima hanya menjadi bagian dari dinamika politik sesaat atau justru menjadi awal dari lahirnya kekuatan baru yang mampu ikut mengubah peta politik Kolaka Timur.