Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian merupakan instrumen strategis dalam menyiapkan generasi muda pertanian Indonesia.
“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi teknologi ke lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci pembangunan sektor pertanian. Ia berharap lembaga pendidikan vokasi mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap kerja.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus 1 Polbangtan Gowa ini menghadirkan narasumber Agus Setyo Muntohar, anggota Dewan Eksekutif BAN-PT. Ia memaparkan materi terkait pemetaan standar SPMI terhadap kriteria akreditasi, penyusunan dokumen mutu, serta strategi pengelolaan data dukung yang valid dan akuntabel.


Tinggalkan Balasan