Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Youtube Vanced Trending di Indonesia, Apakah Legal? Cek di Sini

Youtube Vanced, aplikasi pihak ketiga yang berguna untuk menonton Youtube tanpa iklan. Apakah masih dapat digunakan? Simak penjelasannya.
Youtube Vanced, aplikasi pihak ketiga yang berguna untuk menonton Youtube tanpa iklan. Apakah masih dapat digunakan? Simak penjelasannya. (instagram @vanced.youtube)

Youtube Vanced, walaupun sudah rilis sejak beberapa tahun lalu namun saat ini kembali trending di Indonesia.

Dapat membantu kita menikmati Youtube tanpa iklan, Youtube Vanced mendapatkan kecaman dari pihak Google dan didesak untuk menutup layanannya.

Youtube Vanced Trending di Indonesia, Apakah Legal?

Lantas, apa itu Youtube Vanced?

Vanced adalah aplikasi YouTube pihak ketiga yang populer di kalangan pengguna Android.

Terutama karena fungsinya yang berguna untuk penonton YouTube, agar dapat memblokir semua iklan video di YouTube tanpa berlangganan paket Premium.

Aplikasi ini juga menyertakan tema dark, agar dapat diaplikasikan di tampilan Youtube mobile.

Tema Dark tersebut rilis di Vanced, ketika Youtube belum ada fitur tersebut di Android.

Baca Juga  Cara Dapat Uang dari Internet, Bisa Mendapatkan Penghasilan Harian Sebesar 500 Ribu Rupiah

Apakah Masih Beroperasi dan Legal?

Dilansir dari The verge, aplikasi ini sayangnya telah dihapus sejak 2022.

Pemilik Vanced mengatakan bahwa mereka terpaksa menghentikan proyek ini, karena alasan hukum.

Google mengirim surat larangan operasional dan menyuruh mereka untuk berhenti.

Bahkan memaksa para developer, untuk memberhentikan penggunaan dan pengembangan aplikasi tersebut.

“Karena nama layanan kami mengandung nama ‘YouTube’, maka dari pihak Google meminta agar kami menghapus apapun yang berkaitan dengan Youtube, termasuk logo, nama, dan produk-produk lainnya,” ungkap seorang admin dari tim Vanced kepada The Verge.

Sebenarnya selain Vanced, ada juga aplikasi pihak ketiga lain yang memiliki fitur serupa.

Namun, Vanced adalah ancaman tertinggi Google pada waktu itu, lantaran penggunanya yang begitu banyak.

Baca Juga  Awas Kebobolan, Ini Cara Menjaga Keamanan m-Banking dari Serangan Siber

YouTube milik Google, sebelumnya pernah memaksa dua aplikasi bernama Groovy Discord dan Rythm, yang berupa bot musik.

Sistemnya sama, yaitu membantu penikmat Youtube untuk menikmati Youtube Music tanpa iklan dan tanpa harus berlangganan paket Premium.

“Pengembangan Vanced telah dihentikan,” demikian pesan Telegram dari pemilik Vanced. “Kami tahu ini bukan sesuatu yang ingin Anda dengar, tetapi ini adalah langkah yang harus kami lakukan. Kami telah menghubungi Google untuk berkomentar mengenai penghentian Vanced, dan kami akan memberi Anda pembaruan lebih lanjut.”, lanjut pemmilik Vanced.

Kesimpulannya, Vanced saat ini sudah tidak dapat digunakan kembali karena sudah ditutup.

Namun jujur saja, menurut kami ini adalah pilihan yang tepat.

Baca Juga  Lewat Inkubator Bisnis, Polbangtan Kementan Ciptakan SDM Pertanian Unggul Berjiwa Wirausaha

Karena dengan membiarkan adanya iklan di Youtube, sama saja dengan membantu support para content creator favorit kita di platform tersebut.***