Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

1,3 Juta Hektar Sawah di Sulsel Siap Panen Padi Maret 2024

Panen padi musim tanam pertama di Sulawesi Selatan (Sulsel) Maret hingga Mei 2024 mampu menghasilkan beras sebanyak 4.398.210 atau 4.3 juta ton ( Sumber : Humas Polbangtan Gowa)

TAKALAR – Panen padi musim tanam pertama di Sulawesi Selatan (Sulsel) diprediksi akan berlangsung pada bulan Maret hingga Mei 2024.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Siscrop 2.0 BSIP (Sistem informasi berbasis penginderaan jauh tanaman padi di lapangan) Kementerian Pertanian (Kementan), luasan lahan yang akan panen di Sulawesi Selatan 1.376.053 atau sekitar 1,3 juta hektar.

Luasan tersebut, diprediksi mampu menghasilkan beras sebanyak 4.398.210 atau 4.3 juta ton.

Salah satu daerah yang mulai memasuki panen musim tanam pertama yakni kabupaten Takalar dengan luasan area pertanaman sekitar 16.800 hektar.

Daerah yang memiliki 16.800 hektar area persawahan ini telah memasuki musim panen sekitar 5 persen.

Baca Juga  Tingkatkan Kolaborasi, Petani dan Penyuluh Siap Hadapi Panen Raya

“Musim tanam pertama mulai panen 5 persen diprediksi puncaknya April-Mei dan InsyaAllah beberapa hari kedepan akan bertambah seiring dengan waktu dan melihat kondisi cuaca yang cukup bagus,” kata penjabat Bupati Takalar, Setiawan Aswad.

Aswad menjelaskan, pada puncak panen musim tanam pertama ini dipastikan akan menambah stok persediaan beras di kabupaten Takalar hingga memasuki musim tanam kedua.

“Saat ini Kementan sedang melakukan updating data petani yang tertolak dalam entry RDKK. Bersama penyuluh dan admin aplikasi, kami terus melakukan updating data agar para petani kita pada musim tanam kedua mendapatkan pupuk bersubsidi secara merata,” pungkasnya.