suarakarsa.com – Perbedaan angka kemiskinan Indonesia pada 2026 yang dirilis Bank Dunia dan Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi perhatian. Bank Dunia memperkirakan lebih dari 64 persen penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan pada 2026. Sementara itu, data resmi BPS mencatat tingkat kemiskinan nasional sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta jiwa per Maret 2026.

BPS menjelaskan, perbedaan tersebut tidak menunjukkan adanya pertentangan antara data Bank Dunia dan data nasional. Perbedaan angka terutama disebabkan oleh standar garis kemiskinan serta tujuan pengukuran yang digunakan.

Penjelasan tersebut disampaikan BPS melalui akun Instagram resminya pada Rabu (2/9/2026).

“Perbedaan angka ini memang terlihat cukup besar, namun penting untuk dipahami secara bijak bahwa keduanya tidak saling bertentangan,” tulis BPS.