Harga Emas Dunia Menguat Tipis
Di pasar global, harga emas cenderung stabil pada perdagangan Kamis (1/10/2026) atau Jumat pagi waktu Indonesia. Harga emas spot tercatat naik 0,4% menjadi US$4.171,19 per ons pada pukul 14.19 EDT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,4% menjadi US$4.205,10 per ons.
Pergerakan emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kondisi tersebut meningkatkan biaya peluang bagi investor yang memegang emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memberikan dukungan terhadap harga emas. Data tersebut turut mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Oktober 2026.
Harga emas juga masih berada dalam bayang-bayang tekanan setelah sebelumnya turun lebih dari 6% sepanjang September.
Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger, mengatakan sentimen terhadap emas dapat kembali tertekan apabila peluang kenaikan suku bunga The Fed meningkat.
“Apa pun yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pasti akan membebani sentimen di pasar emas. Kenaikan tajam tambahan pada harga energi atau eskalasi konflik di Timur Tengah juga akan berdampak serupa,” ujar Meger.


Tinggalkan Balasan