Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Sekda Konawe Sampaikan Tiga Hal Penting

Ketgam: Sekretaris Daerah Konawe, Ferdinand Sapan saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Foto: Ist

UNAAHA – Pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan, membacakan Pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, dan menyampaikan tiga hal penting bagi peserta upacara dan masyarakat secara umum dalam menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, melalui Sekda Konawe menyampaikan agar dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara, seluruh masyarakat tetap menjaga kerukunan serta persatuan demi keutuhan bangsa. Mampu menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Sekda Konawe, Ferdinand: Konsep Kota Padi Masuk Pembahasan Bappenas

Usai membacakan pidato, secara pribadi dan selaku pimpinan daerah kabupaten Konawe, Ferdinand Sapan menyampaikan tiga hal penting dalam mengimplementasikan Pancasila di kehidupan sehari-hari.

“Yang pertama, berbicara Pancasila berbicara tentang persatuan, karena kita negara yang sangat kuat. Kedua, berbicara tentang Pancasila berbicara tentang persamaan bukan perbedaan. Dan yang ketiga, berbicara Pancasila yaitu bagaimana berbicara tentang masa depan,” ungkap Ferdinand Sapan.

Lebih lanjut kata Ferdinand, didalam Pancasila terkandung makna bagaimana mensejahterakan rakyat Indonesia, dan menegakkan keadilan seadil-adilnya.

Selaku pimpinan Aparatur Sipil Negara (ASN), Ferdinand mengajak siswa, guru, dan pimpinan beserta staf birokrasi pemerintah daerah, untuk terus mengamalkan apa yang menjadi tanggungjawab kita sebagai warga negara, yaitu menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Baca Juga  Rayakan HUT ke-34 BLUD RS Konawe Terima Dana CSR Dari Bank BNI

“Dalam mengamalkan Pancasila agar dapat memahami tentang historis, kultur, filosofis, dan bagaimana yuridis Pancasila, sehingga secara utuh kepada para individu dapat mematuhi dan harus patuh terhadap Pancasila,” tutupnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *