Teks
Optimis Menangkan Pilwali, Asmawa Tosepu dan Yudhianto Mahardika Kompak Ambil Formulir Calon Wali Kota Kendari di Partai Demokrat - Kerusakan Jalan Mataiowi-Abuki, Proyek Rp18 Miliar Belum Setahun Sudah Bermasalah - Yusril Optimis Gugatan Kubu 01 dan 03 Bakal Ditolak MK - Harga HP Samsung Galaxy A15 Terbaru di April 2024, Yuk Cek Spesifikasi Lengkapnya - Info Lengkap: Harga Tiket Masuk dan Cara Pembelian Tiket Taman Mini Indonesia Indah

Tak Hanya di Indonesia, FAO Sebut Harga Beras Dunia Naik 1,2 Persen

JAKARTA – Tak hanya di Indonesia, FAO sebut harga beras dunia naik hingga 1,2%. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjukan indeks harga beras dunia total pada Januari 2024 berada di level 142,8 poin. Angka ini naik 1,2% dibandingkan Desember 2023.

Indonesia tengah menghadapi masalah pangan salah satunya kenaikan harga beras. Namun Presiden Joko Widodo sempat menyebut kenaikan harga beras sebenarnya juga dialami oleh seluruh negara.

Jokowi menjelaskan harga beras naik karena produksi yang berkurang. Di Indonesia, produksi berkurang karena perubahan iklim yang ekstrim sehingga membuat gagal panen terjadi.

“Kita tahu harga beras di seluruh negara sekarang naik. Tidak hanya di Indonesia saja tapi di seluruh negara. Kenapa naik? Karena ada yang namanya perubahan iklim, ada yang namanya perubahan cuaca sehingga gagal panen, produksi berkurang sehingga harganya jadi naik,” ungkap Jokowi saat memberikan bantuan beras di Gedung Kawasan Pertanian Terpadu, Kota Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Menilik iOS 17, Akan Rilis September 2023

Lantas bagaimana faktanya? Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) menunjukan indeks harga beras total pada Januari 2024 berada di level 142,8 poin. Angka ini naik 1,2% dibandingkan Desember 2023.

Selain itu, angka indeks ini menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2008. Kenaikan harga beras terjadi di semua jenis beras. Misalnya, harga beras aromatik dan ketan mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,8% dan 1,4%.

Adapun jenis beras Indica yang berasal dari daerah tropis, seperti India dan Filipina yang mengalami kenaikan. Jenis beras ini naik mencapai level 156,3 poin pada Januari 2024. Angka tersebut naik sebesar 1,2% dibandingkan bulan sebelumnya atau naik sebesar 23% dibandingkan Januari tahun lalu.

Baca Juga  Berlarut-larut, Nama Pengganti Firli di KPK Belum Disodorkan Jokowi ke DPR

“Permintaan ekspor beras Indica secara umum menguat di negara-negara Asia selama bulan Januari. Tren ini tidak berlaku pada harga beras utuh di Vietnam dan harga beras hancur di Thailand,” tulis laporan tersebut dilansir dari laman resmi FAO, Minggu (25/2/2024).

Di Pakistan dan Thailand, kenaikan harga pada bulan Januari tercatat paling signifikan, terutama untuk beras jenis premium. Hal ini sejalan dengan komitmen Thailand menjadi salah satu negara importir beras ke Indonesia.

Sementara itu, di Indonesia harga beras premium sudah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, yakni Rp 18.000/kg. Hal ini diungkapkan oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI).

“Ini (harga beras premium) tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Belum pernah terjadi dalam sejarah harga beras Rp 18.000, belum pernah. Harga beras itu Rp 8.000, Rp 9.000, tertinggi Rp 10.000,” kata Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Sabtu (24/2/2024).(Red)